Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Dakhala (دَخَلًا): Tipu daya, kecurangan, atau pengkhianatan yang tersembunyi di balik sumpah.
- Fatazilla (فَتَزِلَّ): Maka tergelincirlah (kaki).
- Tsubutiha (ثُبُوتِهَا): Keteguhannya, yaitu setelah sebelumnya berdiri kokoh di atas kebenaran.
- As-Suu` (السُّوءَ): Keburukan, azab, atau hukuman yang menyakitkan.
- Shadadtum (صَدَدتُّمْ): Kalian menghalang-halangi atau memalingkan.
Tafsir Ayat:
Wahai kaum mukminin, janganlah kalian menjadikan sumpah-sumpah kalian sebagai alat tipu daya dan pengkhianatan di antara sesama kalian. Janganlah kalian bersumpah dengan nama Allah untuk tujuan yang licik, lalu mengingkari sumpah tersebut demi kepentingan dunia yang fana. Sungguh, perbuatan ini akan menyebabkan kalian tergelincir dari jalan kebenaran setelah sebelumnya kalian berdiri teguh di atas keimanan dan ketakwaan.
Bayangkanlah seseorang yang berjalan di atas jalan yang lurus dengan langkah yang mantap, lalu tiba-tiba kakinya tergelincir dan ia jatuh ke dalam jurang. Demikianlah keadaan orang yang mengingkari sumpahnya setelah ia dikenal sebagai orang yang jujur dan amanah. Ia akan kehilangan kepercayaan manusia, dan yang lebih parah lagi, ia akan kehilangan kedudukan mulia di sisi Allah.
Dengan perbuatan khianat ini, kalian akan merasakan akibat buruk di dunia, berupa kehinaan, hilangnya kepercayaan, dan berbagai musibah yang menimpa. Hal itu disebabkan karena kalian telah menghalang-halangi manusia dari jalan Allah. Ketika manusia melihat kalian berkhianat dalam sumpah, mereka pun enggan mempercayai agama ini dan menjauh darinya. Maka kalian menanggung dosa kesesatan diri kalian dan dosa orang-orang yang kalian halangi dari kebenaran.
Dan ketahuilah, bahwa di samping azab dunia yang akan kalian rasakan, masih ada azab yang jauh lebih besar dan lebih pedih menanti kalian di akhirat kelak, yaitu azab yang sangat dahsyat dan tidak ada bandingannya.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku seiman, ayat ini adalah peringatan keras dari Allah agar kita senantiasa menjaga kejujuran dan menepati janji. Sumpah adalah perkara yang agung, karena ia mengatasnamakan Allah Yang Maha Besar. Maka janganlah sekali-kali kita menjadikannya sebagai permainan atau alat untuk meraih keuntungan duniawi yang sedikit.
Ingatlah bahwa kejujuran adalah pintu menuju surga, dan khianat adalah jalan menuju neraka. Orang yang jujur akan dicintai Allah dan manusia, hidupnya tenang dan diberkahi. Sebaliknya, orang yang suka berkhianat akan hidup dalam kegelisahan, kehilangan kepercayaan, dan pada akhirnya akan menuai kehinaan di dunia serta azab yang pedih di akhirat.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga untuk selalu istiqamah di atas kebenaran, menjaga lisan dari sumpah palsu, dan menepati setiap janji yang kita ucapkan. Karena sesungguhnya, kemuliaan seorang mukmin terletak pada kejujurannya, dan kehancurannya bermula dari pengkhianatannya. Semoga Allah menjaga kita semua dari perbuatan yang tercela ini dan meneguhkan kaki kita di atas jalan-Nya yang lurus hingga akhir hayat. Aamiin.
📜 Ayat 92-96 — An-Nahl
Terjemah — An-Nahl 94
Surat An-Nahl Ayat 94 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan janganlah kamu jadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat penipu di antaramu,…Surat Ayat 94/128 — An-Nahl النحل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nahl Dengarkan, An-Nahl Terjemah, An-Nahl mp3, An-Nahl pdf. Ayat 92–96. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








