Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- Ajal (أَجَلًا): Waktu yang telah ditentukan dan tidak dapat diundur atau dimajukan.
- Kufur (كُفُورًا): Mengingkari nikmat dan kebenaran, serta menolak untuk beriman.
Tafsir Ayat:
Tidakkah orang-orang musyrik yang mengingkari hari kebangkitan itu melihat dan merenungkan dengan mata hati mereka? Sesungguhnya Allah yang telah menciptakan langit dan bumi beserta seluruh isinya yang demikian agung dan luas—tanpa contoh sebelumnya—sungguh Maha Kuasa untuk menciptakan kembali manusia yang serupa dengan mereka setelah mereka hancur dan menjadi tanah. Jika Allah mampu menciptakan sesuatu yang lebih besar dan lebih dahsyat, maka menciptakan sesuatu yang lebih kecil dan lebih lemah adalah jauh lebih mudah bagi-Nya.
Dan sungguh, Allah telah menetapkan bagi mereka waktu yang telah ditentukan, yaitu ajal kematian mereka di dunia dan hari kebangkitan di akhirat. Tidak ada keraguan sedikit pun bahwa waktu itu pasti akan datang dan mereka akan menerima balasan atas segala perbuatan mereka. Namun demikian, meskipun bukti-bukti kekuasaan Allah dan dalil-dalil kebenaran hari kebangkitan telah tampak jelas di hadapan mereka, orang-orang yang zalim itu tetap menolak dan membangkang. Mereka tidak mau menerima kebenaran kecuali terus-menerus dalam kekufuran dan keingkaran, disebabkan oleh kesombongan dan keangkuhan mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, marilah kita renungkan sejenak ayat yang agung ini. Allah yang menciptakan langit dan bumi yang maha luas ini, yang menumbuhkan gunung-gunung dan menghamparkan lautan, tentulah Maha Kuasa untuk menghidupkan kembali manusia yang telah mati. Tidakkah kita malu untuk meragukan kekuasaan-Nya?
Ayat ini mengajak kita untuk senantiasa menggunakan akal dan hati kita untuk merenungkan kebesaran Allah. Setiap kali kita memandang langit, bumi, dan seluruh alam semesta, ingatlah bahwa Allah yang menciptakan semua itu pasti mampu membangkitkan kita kembali untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan kita.
Janganlah kita menjadi seperti orang-orang zalim yang disebutkan dalam ayat ini, yang menolak kebenaran meskipun telah jelas di hadapan mereka. Marilah kita bersegera beriman, beramal saleh, dan memperbaiki diri sebelum datangnya ajal yang telah ditetapkan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya.
📜 Ayat 97-101 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 99
Surat Al-Isra Ayat 99 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit…Surat Ayat 99/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 97–101. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








