Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Rufatan: bagian-bagian yang hancur dan hancur lebur, seperti debu yang berserakan.
- Khalqan Jadīdan: makhluk baru yang berbeda dari keadaan sebelumnya.
Tafsir:
Azab yang disebutkan dalam ayat-ayat sebelumnya — berupa siksa yang pedih di neraka Jahannam — adalah balasan yang setimpal bagi mereka karena dua perkara besar:
Pertama, mereka kufur terhadap ayat-ayat Allah, baik ayat-ayat kauniyah (tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta) maupun ayat-ayat syar'iyyah (wahyu yang diturunkan kepada para rasul). Mereka mendustakan bukti-bukti kekuasaan Allah dan menolak kebenaran yang dibawa oleh utusan-utusan-Nya.
Kedua, mereka mengingkari hari kebangkitan dengan penuh keheranan dan ejekan. Mereka berkata dengan nada meremehkan: "Apakah apabila kami telah mati dan menjadi tulang-belulang yang hancur serta bagian-bagian tubuh yang berserakan menjadi debu, benarkah kami akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?" Ucapan ini menunjukkan betapa jauhnya mereka dari memahami kekuasaan Allah yang tiada batas. Mereka menganggap mustahil sesuatu yang bagi Allah adalah perkara yang sangat mudah.
Padahal, Allah yang menciptakan mereka dari tiada, yang menjadikan tulang-belulang dan daging dengan sempurna, tentu Maha Mampu untuk mengembalikan kehidupan setelah kematian. Kebangkitan bukanlah sesuatu yang sulit bagi-Nya, bahkan lebih mudah daripada penciptaan yang pertama.
Renungan dan Hikmah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: janganlah kita mengukur kekuasaan Allah dengan akal yang terbatas. Orang-orang kafir dahulu mengingkari kebangkitan karena mereka tidak mampu membayangkan bagaimana tubuh yang telah hancur dapat dihidupkan kembali. Namun, orang yang beriman meyakini bahwa Allah yang menciptakan alam semesta ini dengan segala keajaibannya — yang menghidupkan bumi yang mati dengan turunnya hujan, yang menumbuhkan tanaman dari biji yang kering — pasti mampu menghidupkan kembali manusia setelah mati.
Renungkanlah: setiap kali kita melihat bumi yang subur setelah hujan turun, setiap kali kita menyaksikan daun-daun yang gugur kemudian tumbuh kembali, di situlah terdapat bukti nyata tentang kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali yang telah mati. Maka, marilah kita perkuat iman kita kepada hari akhir, karena keyakinan ini akan menjadikan hidup kita penuh makna, selalu berbuat baik, dan menjauhi kemaksiatan. Sungguh, kebahagiaan hakiki bukanlah pada kehidupan dunia yang sementara, melainkan pada kehidupan akhirat yang kekal abadi. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, serta dijauhkan dari siksa yang pedih. Aamiin.
📜 Ayat 96-100 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 98
Surat Al-Isra Ayat 98 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat…Surat Ayat 98/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 96–100. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








