Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَتَخَافَتُونَ (Yatakhāfatūna): Saling berbisik-bisik dengan suara yang sangat pelan dan tersembunyi.
- إِن لَّبِثْتُمْ (In labitstum): "Kalian tidak tinggal" atau "Kalian tidak berdiam" — maksudnya: kalian tidak berdiam (di dunia atau di alam barzakh) melainkan hanya sebentar.
- عَشْرًا ('Asyrā): Sepuluh (hari atau malam).
Tafsir Ayat:
Pada hari kiamat nanti, ketika manusia dibangkitkan dari kubur mereka, mereka akan merasakan ketakutan dan kegelisahan yang luar biasa. Mereka saling berbisik-bisik dengan suara yang amat pelan, tidak berani berbicara dengan suara keras karena dahsyatnya suasana saat itu. Sebagian dari mereka berkata kepada yang lain: "Kalian tidak tinggal di dunia melainkan hanya sepuluh hari saja."
Ada pula yang memahami bahwa yang mereka maksud adalah masa tinggal mereka di alam barzakh (alam kubur) setelah kematian, yang terasa sangat singkat — hanya sekitar sepuluh malam — padahal hakikatnya mereka telah lama berada di sana. Hal ini menunjukkan betapa singkatnya kehidupan dunia dan alam barzakh jika dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang kekal abadi.
Perasaan bahwa waktu itu terasa singkat ini muncul karena dahsyatnya azab dan pedihnya siksaan yang mereka rasakan, sehingga mereka lupa akan lamanya waktu yang telah mereka lalui. Ini adalah gambaran yang sangat menyentuh tentang penyesalan dan keterkejutan manusia di hari kebangkitan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan yang sangat singkat, seperti seorang musafir yang berhenti sejenak di bawah pohon rindang sebelum melanjutkan perjalanan jauh. Allah Ta'ala mengingatkan kita agar tidak terpedaya oleh gemerlap dunia yang sementara ini.
Betapa banyak di antara kita yang menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengejar harta, jabatan, dan kesenangan duniawi, namun lalai untuk mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang kekal. Padahal, ketika kita berdiri di hadapan Allah kelak, kita akan merasakan bahwa waktu yang kita habiskan di dunia ini terasa sangat singkat — seperti sepuluh hari saja.
Mari kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk senantiasa memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan menjauhi segala larangan Allah. Jangan biarkan waktu berlalu tanpa kita isi dengan ketaatan dan ibadah. Ingatlah bahwa kehidupan akhirat adalah kehidupan yang sebenarnya, kekal dan abadi, tiada berkesudahan.
Semoga Allah Ta'ala memberikan kita taufik dan hidayah-Nya untuk selalu berada di jalan yang lurus, dan semoga kita termasuk golongan hamba-Nya yang selamat di hari kiamat kelak. Aamiin ya Rabbal 'alamin.
📜 Ayat 101-105 — Taha
Terjemah — Taha 103
Surat Taha Ayat 103 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : mereka berbisik-bisik di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia)…Surat Ayat 103/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 101–105. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Wednesday, August 19, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








