Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- اهْبِطَا (Ihbitā): Turunlah kalian berdua (dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah).
- هُدًى (Hudā): Petunjuk, yaitu wahyu, kitab-kitab suci, dan para rasul yang diutus Allah.
- يَضِلُّ (Yadhillu): Tersesat dari kebenaran, kehilangan arah dalam kehidupan.
- يَشْقَى (Yasyqā): Sengsara, celaka, dan menderita, baik di dunia maupun di akhirat.
Tafsir Ayat:
Allah ﷻ berfirman kepada Nabi Adam dan Siti Hawa setelah keduanya memakan buah terlarang dan tergelincir dari ketaatan: *"Turunlah kalian berdua dari surga bersama-sama!"* Perintah turun ini bukanlah hukuman yang kejam, melainkan bagian dari rencana Allah yang penuh hikmah untuk menguji manusia di bumi. Allah juga mengabarkan bahwa Iblis akan turun bersama mereka, dan sejak saat itu terjadilah permusuhan abadi antara keturunan Adam dan Iblis beserta bala tentaranya hingga hari kiamat. Iblis tidak akan pernah berhenti berusaha menyesatkan manusia, dan manusia harus selalu waspada terhadap tipu dayanya.
Kemudian Allah ﷻ memberikan kabar gembira yang sangat agung: *"Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka barangsiapa yang mengikuti petunjuk-Ku itu, ia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka."* Ini adalah janji Allah yang pasti dan tidak pernah diingkari. Petunjuk yang dimaksud adalah wahyu, kitab-kitab suci, dan para rasul yang diutus kepada umat manusia. Barangsiapa yang berpegang teguh pada petunjuk ini, mengimani ajarannya, dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, maka Allah menjamin dua hal: pertama, ia tidak akan tersesat di dunia — hatinya akan terang, pandangannya jernih, dan langkahnya berada di atas kebenaran; kedua, ia tidak akan celaka di akhirat — ia akan selamat dari siksa neraka dan masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan.
Sungguh, ini adalah jaminan yang sangat mulia dari Rabb semesta alam. Allah tidak hanya menjanjikan keselamatan, tetapi juga kebahagiaan hakiki bagi hamba-hamba-Nya yang mau mengikuti petunjuk-Nya. Maka betapa beruntungnya orang-orang yang menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai pedoman hidup mereka. Mereka berjalan di atas cahaya, hati mereka tenang, dan masa depan mereka di akhirat adalah kebahagiaan yang tiada tara.
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan betapa besar kasih sayang Allah kepada kita. Meskipun Adam dan Hawa pernah berbuat salah, Allah tetap membukakan pintu taubat dan memberikan petunjuk sebagai jalan keluar. Demikian pula dengan kita, selama kita masih mau kembali kepada Allah dan mengikuti petunjuk-Nya, maka tidak ada alasan untuk berputus asa. Allah tidak pernah menutup pintu rahmat-Nya bagi hamba yang mau bertaubat. Mari kita jadikan ayat ini sebagai motivasi untuk senantiasa berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, karena di situlah kunci kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mengikuti petunjuk dan tidak tersesat, serta tidak celaka di akhirat kelak. Aamiin.
📜 Ayat 121-125 — Taha
Terjemah — Taha 123
Surat Taha Ayat 123 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Allah berfirman: "Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu…Surat Ayat 123/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 121–125. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








