Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- A fa lā yarawna: Tidakkah mereka melihat dan mengetahui.
- Allā yarji'u ilayhim qawlā: Bahwa (patung anak sapi) itu tidak dapat menjawab perkataan mereka atau berbicara kepada mereka.
- Wa lā yamliku lahum ḍarran wa lā naf'ā: Dan tidak kuasa memberikan mudarat maupun manfaat kepada mereka.
Tafsir:
Wahai manusia, renungkanlah! Tidakkah mereka yang menyembah patung anak sapi itu benar-benar memperhatikan dan menyadari dengan akal sehat mereka, bahwa patung yang mereka sembah itu tidak mampu berbicara sepatah kata pun? Ia tidak dapat menjawab pertanyaan mereka, tidak dapat menyapa mereka, dan tidak dapat memberikan respons apa pun terhadap doa dan permohonan yang mereka panjatkan.
Bahkan lebih dari itu, patung itu sama sekali tidak memiliki kekuasaan untuk menolak bahaya yang akan menimpa mereka, tidak mampu melindungi mereka dari marabahaya, dan tidak pula kuasa mendatangkan kebaikan, rezeki, atau manfaat apa pun bagi mereka. Ia hanyalah benda mati yang terbuat dari emas dan perak yang mereka bentuk sendiri dengan tangan mereka.
Patung itu bahkan tidak kuasa menolak lalat yang hinggap di tubuhnya, tidak kuasa mengusir tikus yang menggerogotinya, apalagi memberikan pertolongan kepada manusia yang memujanya. Sungguh, ini adalah puncak kebodohan dan kesesatan yang nyata!
Bagaimana mungkin akal yang sehat menerima bahwa makhluk yang lemah dan tak berdaya seperti itu dijadikan sebagai Tuhan? Padahal Allah Subhanahu wa Ta'ala adalah Zat Yang Maha Mendengar setiap doa, Maha Menjawab setiap permohonan, Maha Kuasa memberikan manfaat dan menolak mudarat, serta Maha Hidup dan tidak pernah tidur.
Saudaraku, ayat ini mengajak kita untuk senantiasa menggunakan akal dan hati nurani dalam beribadah. Janganlah kita menjadi hamba yang buta dan tuli, yang menyembah sesuatu tanpa memahami hakikatnya. Islam mengajarkan kita untuk beribadah dengan ilmu dan keyakinan yang mantap, bukan sekadar ikut-ikutan atau taklid buta.
Renungkanlah betapa indahnya ajaran Islam yang mengajak manusia untuk berpikir kritis dan logis. Kita diperintahkan untuk menyembah Allah Yang Maha Kuasa, Yang mendengar doa hamba-Nya, Yang memberikan pertolongan di saat sulit, dan Yang tidak pernah mengecewakan orang-orang yang berharap kepada-Nya. Sungguh, hanya kepada Allah-lah tempat kita menggantungkan segala harapan, memohon perlindungan dari segala bahaya, dan mengharapkan segala kebaikan.
📜 Ayat 87-91 — Taha
Terjemah — Taha 89
Surat Taha Ayat 89 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak lembu itu…Surat Ayat 89/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 87–91. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








