Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Iqtaraba (اقْتَرَبَ): Telah dekat atau hampir tiba.
- Hisābuhum (حِسَابُهُمْ): Perhitungan amal perbuatan mereka.
- Ghaflah (غَفْلَةٍ): Kelalaian, yaitu hati yang lalai dari mengingat akhirat.
- Mu'riḍūn (مُعْرِضُونَ): Berpaling, yaitu berpaling dari nasihat dan peringatan.
Tafsir:
Wahai manusia, sadarilah bahwa hari perhitungan amal perbuatan kalian telah semakin dekat. Hari itu pasti akan tiba, saat setiap jiwa akan menerima balasan atas segala yang telah dikerjakannya di dunia, baik itu kebaikan maupun keburukan. Namun, sungguh mengherankan dan memprihatinkan, kebanyakan manusia justru tenggelam dalam kelalaian. Mereka sibuk dengan urusan duniawi yang fana, bermegah-megahan dengan harta dan kedudukan, seolah-olah mereka akan hidup selamanya. Mereka berpaling dari peringatan-peringatan Allah, tidak mau merenungkan tanda-tanda kebesaran-Nya, dan enggan mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelah kematian.
Padahal, kedatangan hari kiamat itu begitu dekat, bagaikan seseorang yang sedang dalam perjalanan dan telah melihat ujung jalan di hadapannya. Setiap detik yang berlalu membawa kita semakin dekat kepada hari perhitungan tersebut. Namun, karena hati mereka telah tertutup oleh cinta dunia, mereka tidak lagi peka terhadap peringatan ini. Mereka lalai, seakan-akan tidak ada hari esok, seakan-akan tidak ada kehidupan setelah kematian.
Saudaraku, ayat ini adalah panggilan yang sangat lembut namun tegas dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk membangunkan kita dari tidur panjang kelalaian. Ini adalah kabar yang sekaligus menjadi peringatan bagi setiap jiwa yang masih memiliki kesempatan hidup di dunia. Janganlah kita menjadi bagian dari mereka yang disebut dalam ayat ini, yang lalai dan berpaling. Mari kita jadikan setiap hembusan nafas kita sebagai langkah untuk mendekatkan diri kepada Allah, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan diri menghadapi hari di mana harta, anak, dan kedudukan tidak lagi berguna, kecuali hati yang bersih dan amal yang ikhlas.
Ingatlah, Allah tidak menciptakan kita sia-sia. Setiap perbuatan, sekecil apa pun, akan diperhitungkan dengan adil dan teliti. Maka, marilah kita manfaatkan waktu yang tersisa ini dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kita menyesal di kemudian hari, ketika pintu taubat telah tertutup dan amal tidak lagi dapat ditambah. Semoga Allah membukakan hati kita untuk selalu mengingat-Nya dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung.
📜 Ayat 1-3 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 1
Surat Al-Anbiya Ayat 1 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang…Surat Ayat 1/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 1–3. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








