Al-Anbiya · 57/112
Terjemah Transliterasi — Al-Anbiya
وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ ۝٥٧
Wa tallaahi la akeedanna asnaamakum ba`da an tuwalloo mudbireen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata Penting:

  • لَأَكِيدَنَّ (la-akidanna): Sungguh aku akan merencanakan tipu daya atau muslihat. Dalam konteks ini, maknanya adalah merencanakan tindakan untuk menghancurkan berhala-berhala mereka dengan cara yang cerdik dan terencana.
  • أَصْنَامَكُم (ashnamakum): Berhala-berhala kalian yang kalian sembah selain Allah.
  • أَن تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ (an tuwalluu mudbiriin): Setelah kalian pergi meninggalkannya, berpaling dan menjauh dari tempat tersebut.

Tafsir Lengkap:

Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan Nabi Ibrahim 'alaihis salam yang penuh keberanian dan keikhlasan. Beliau berkata di hadapan kaumnya, namun dengan suara yang tidak mereka dengar secara langsung: *"Demi Allah, sungguh aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhala kalian setelah kalian pergi meninggalkannya."*

Nabi Ibrahim 'alaihis salam merencanakan strategi yang sangat cerdik. Beliau menunggu saat kaumnya pergi meninggalkan kota untuk menghadiri perayaan atau pesta mereka di luar kota. Ketika mereka telah pergi dan meninggalkan berhala-berhala itu sendirian di dalam kuil, barulah beliau melaksanakan rencananya untuk menghancurkan berhala-berhala tersebut.

Perhatikanlah keteguhan hati dan kecerdasan Nabi Ibrahim ini! Beliau tidak gentar sedikit pun menghadapi kaum yang menyembah berhala. Beliau menyadari bahwa berhala-berhala itu hanyalah batu dan kayu yang tidak dapat memberikan manfaat maupun mudarat. Maka dengan penuh keyakinan kepada Allah, beliau bersumpah demi nama Allah bahwa akan menghancurkan sesembahan palsu mereka.

Sikap Nabi Ibrahim ini mengajarkan kepada kita sebuah pelajaran berharga tentang keberanian dalam menegakkan kebenaran. Seorang mukmin sejati tidak akan takut untuk membela agama Allah, meskipun harus berhadapan dengan mayoritas yang berada dalam kesesatan. Beliau menggunakan akal dan strategi yang matang, bukan dengan cara yang ceroboh, tetapi dengan perencanaan yang rapi.

Kisah ini juga menunjukkan bahwa kebatilan, sebesar apa pun bentuknya, pasti akan hancur. Berhala-berhala yang mereka agung-agungkan ternyata tidak mampu membela diri mereka sendiri. Bagaimana mungkin sesuatu yang tidak dapat menolak kehancuran atas dirinya sendiri dapat memberikan pertolongan kepada para penyembahnya?

Saudaraku, marilah kita meneladani keberanian Nabi Ibrahim dalam membela kebenaran. Namun ingatlah, keberanian itu harus dibarengi dengan hikmah dan strategi yang baik. Janganlah kita takut untuk menyampaikan kebenaran, karena Allah senantiasa bersama orang-orang yang berjuang di jalan-Nya. Sebagaimana Allah melindungi Nabi Ibrahim dan menjadikan rencananya berhasil, demikian pula Allah akan menolong hamba-hamba-Nya yang ikhlas dalam membela agama-Nya.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang berani menegakkan kebenaran dengan hikmah dan kebijaksanaan, serta menjauhkan kita dari sifat takut yang tidak beralasan dalam menyampaikan ajaran Islam yang mulia. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 55-59 — Al-Anbiya

55قَالُوا أَجِئْتَنَا بِالْحَقِّ أَمْ أَنتَ مِنَ اللَّاعِبِينَ
Mereka menjawab: "Apakah kamu datang kepada kami dengan sungguh-sungguh ataukah kamu termasuk orang-orang yang bermain-main?"
56قَالَ بَل رَّبُّكُمْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الَّذِي فَطَرَهُنَّ وَأَنَا عَلَىٰ ذَٰلِكُم مِّنَ الشَّاهِدِينَ
Ibrahim berkata: "Sebenarnya Tuhan kamu ialah Tuhan langit dan bumi yang telah menciptakannya: dan aku termasuk orang-orang yang dapat memberikan bukti atas yang demikian itu".
57وَتَاللَّهِ لَأَكِيدَنَّ أَصْنَامَكُم بَعْدَ أَن تُوَلُّوا مُدْبِرِينَ
Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu sesudah kamu pergi meninggalkannya.
58فَجَعَلَهُمْ جُذَاذًا إِلَّا كَبِيرًا لَّهُمْ لَعَلَّهُمْ إِلَيْهِ يَرْجِعُونَ
Maka Ibrahim membuat berhala-berhala itu hancur berpotong-potong, kecuali yang terbesar (induk) dari patung-patung yang lain; agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya.
59قَالُوا مَن فَعَلَ هَٰذَا بِآلِهَتِنَا إِنَّهُ لَمِنَ الظَّالِمِينَ
Mereka berkata: "Siapakah yang melakukan perbuatan ini terhadap tuhan-tuhan kami, sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang zalim".
Al-AnbiyaIndeks Quran
112Ayat
MakkiyahRevelation
57Ayat

Terjemah — Al-Anbiya 57

Surat Al-Anbiya Ayat 57 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Demi Allah, sesungguhnya aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu…

Surat Ayat 57/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 55–59. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu