Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ḥukman: Keadilan dalam memutuskan perkara, kebijaksanaan, dan kenabian.
- ʿIlman: Pengetahuan yang mendalam tentang agama Allah dan syariat-Nya.
- Al-Qaryah: Negeri tempat tinggal kaum Nabi Luth, yaitu negeri Sadum (Sodom).
- Al-Khabāʾith: Perbuatan-perbuatan keji dan buruk, seperti perbuatan homoseksual (liwat), memotong jalan, dan berbagai kemaksiatan lainnya.
- Qawma Sawʾ: Kaum yang buruk dan jahat.
- Fāsiqīn: Orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah.
Tafsir:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan nikmat-nikmat besar yang telah Dia karuniakan kepada Nabi Luth 'alaihissalam. Allah memberinya *ḥukman*, yaitu kebijaksanaan, kenabian, dan kemampuan untuk memutuskan perkara dengan adil di antara manusia. Selain itu, Allah juga memberinya *ʿilman*, yaitu ilmu yang bermanfaat tentang agama dan syariat, yang menjadikannya seorang nabi yang bijaksana dan berilmu.
Kemudian, Allah menyebutkan salah satu nikmat terbesar bagi Nabi Luth, yaitu penyelamatan dari negeri Sadum yang penduduknya tenggelam dalam perbuatan keji dan keji. Mereka adalah kaum yang melakukan perbuatan-perbuatan buruk yang belum pernah dilakukan oleh siapa pun sebelumnya di alam semesta, yaitu mendatangi sesama jenis laki-laki, memotong jalan, dan melakukan kemungkaran di tempat-tempat pertemuan mereka. Karena keburukan dan kejahatan mereka yang luar biasa, Allah menegaskan bahwa mereka adalah kaum yang buruk dan fasik, yaitu orang-orang yang telah keluar dari batas-batas ketaatan kepada Allah dan tenggelam dalam kemaksiatan.
Allah menyelamatkan Nabi Luth beserta keluarganya dari azab yang menimpa kaum tersebut, sebagai bentuk kasih sayang dan penghormatan Allah kepada hamba-Nya yang saleh. Ini adalah pelajaran berharga bahwa Allah selalu melindungi hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa, serta membinasakan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi.
Hikmah dan Pelajaran:
Kisah Nabi Luth ini mengajarkan kita bahwa Allah Maha Melindungi hamba-hamba-Nya yang saleh dan berpegang teguh pada ajaran-Nya. Ketika kebatilan dan kemaksiatan merajalela, Allah tidak pernah meninggalkan orang-orang beriman. Justru, Allah menyelamatkan mereka dan memberikan balasan yang setimpal bagi para pelaku kejahatan.
Bagi kita sebagai umat Islam, kisah ini menjadi peringatan keras agar menjauhi segala bentuk perbuatan keji dan kemaksiatan, terutama yang telah menjadi penyakit masyarakat modern. Kita harus senantiasa menjaga diri, keluarga, dan lingkungan kita dari perbuatan yang dimurkai Allah. Mari kita jadikan kisah ini sebagai motivasi untuk selalu berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, serta menjauhi segala larangan Allah, karena keselamatan sejati hanya ada dalam ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.
📜 Ayat 72-76 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 74
Surat Al-Anbiya Ayat 74 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan kepada Luth, Kami telah berikan hikmah dan ilmu, dan…Surat Ayat 74/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 72–76. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








