Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- جَادَلُوكَ (Jādalūka): Mereka berbantah-bantahan denganmu, yakni berdebat dan bersikeras membantah kebenaran yang kamu sampaikan.
- اللَّهُ أَعْلَمُ (Allāhu A'lam): Allah Maha Mengetahui dengan pengetahuan yang sempurna, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi dari-Nya.
- بِمَا تَعْمَلُونَ (Bimā Ta'malūn): Dengan segala perbuatan kalian, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad ﷺ, apabila orang-orang kafir itu terus bersikeras membantahmu dengan kebatilan setelah kebenaran telah tampak jelas di hadapan mereka, maka janganlah engkau tenggelam dalam perdebatan yang sia-sia bersama mereka. Cukuplah engkau katakan kepada mereka dengan penuh ketegasan dan kelembutan: "Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan."
Ucapan ini bukanlah sekadar kalimat penutup yang lemah, melainkan sebuah pernyataan yang sarat makna dan mengandung peringatan yang tegas. Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada satu pun perbuatan, niat, dan tipu daya mereka yang luput dari pengetahuan-Nya. Mereka mungkin dapat menipu manusia dengan kata-kata mereka, tetapi mereka tidak akan pernah dapat menipu Allah. Segala bentuk keingkaran, kedurhakaan, dan pembangkangan mereka tercatat dengan sempurna di sisi Allah, dan kelak mereka akan menerima balasan yang setimpal atas semua itu.
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah adab yang agung dalam berdakwah: apabila kebenaran telah disampaikan dengan jelas dan hujjah telah tegak, maka tidak perlu lagi berdebat dengan orang-orang yang memang tidak menginginkan kebenaran. Serahkan urusan mereka kepada Allah, karena Allah-lah Hakim yang Maha Adil. Sikap ini bukanlah tanda kelemahan, melainkan tanda kewibawaan dan keyakinan yang kokoh bahwa Allah senantiasa bersama orang-orang yang benar.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah hikmah yang sangat berharga dalam kehidupan sehari-hari. Betapa sering kita dihadapkan pada orang-orang yang membantah kebenaran dengan segala macam argumen, bukan karena mereka mencari kebenaran, melainkan karena kesombongan dan keinginan untuk menang sendiri. Dalam situasi seperti ini, Islam mengajarkan kita untuk tidak membuang-buang energi dalam perdebatan yang tidak bermanfaat.
Cukuplah Allah menjadi saksi atas segala sesuatu. Ketika kita telah menyampaikan kebenaran dengan cara yang terbaik, maka tugas kita telah selesai. Hasilnya, kita serahkan sepenuhnya kepada Allah. Keyakinan ini akan melahirkan ketenangan jiwa dan keteguhan hati. Kita tidak perlu merasa sedih atau kecewa ketika manusia menolak kebenaran, karena Allah Maha Mengetahui siapa yang benar dan siapa yang salah.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pegangan hidup: sampaikanlah kebenaran dengan bijaksana, jangan berdebat dengan orang-orang yang hanya ingin mencari kemenangan, dan serahkan segala urusan kepada Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Adil. Sungguh, di dalam sikap tawakal seperti ini terdapat kedamaian hati dan kekuatan jiwa yang luar biasa. Semoga Allah senantiasa membimbing kita di atas jalan kebenaran dan menjauhkan kita dari perdebatan yang sia-sia. Aamiin.
📜 Ayat 66-70 — Al-Hajj
Terjemah — Al-Hajj 68
Surat Al-Hajj Ayat 68 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan jika mereka membantah kamu, maka katakanlah: "Allah lebih mengetahui…Surat Ayat 68/78 — Al-Hajj الحج (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hajj Dengarkan, Al-Hajj Terjemah, Al-Hajj mp3, Al-Hajj pdf. Ayat 66–70. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








