Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- iftarā (افترى): membuat-buat kebohongan, mengada-ada tanpa dasar kebenaran.
- bi mu'minīn (بمؤمنين): orang-orang yang membenarkan dan mempercayai.
Tafsir:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan para pemimpin kafir dari kaum Nabi Syu'aib 'alaihis salam—atau menurut sebagian pendapat dari kaum Nabi Shalih—ketika mereka berbicara tentang dakwah para rasul yang menyeru mereka kepada tauhid dan hari kebangkitan. Mereka berkata dengan nada merendahkan dan penuh keangkuhan: "Orang ini tidak lain hanyalah seorang lelaki biasa seperti kita, yang mengada-adakan kebohongan atas nama Allah. Dia mengaku dirinya rasul dan membawa berita tentang adanya hari pembalasan, padahal semua itu hanyalah karangan dan dusta belaka. Kami sama sekali tidak akan mempercayai perkataannya itu."
Ucapan ini mencerminkan sikap kesombongan dan penolakan mereka terhadap kebenaran, padahal para rasul datang dengan bukti-bukti yang nyata. Mereka menuduh orang yang jujur dan amanah sebagai pendusta, hanya karena hati mereka telah tertutup oleh kesesatan dan kecintaan berlebihan terhadap dunia.
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga: bahwa dakwah kepada kebenaran senantiasa menghadapi tantangan dan cemoohan dari orang-orang yang tidak menyukai kebaikan. Namun, janganlah hal itu menyurutkan langkah kita dalam menyebarkan kebaikan. Sebagaimana para nabi tetap teguh dan sabar menghadapi tuduhan-tuduhan keji, kita pun hendaknya meneladani kesabaran mereka. Allah Maha Mengetahui siapa yang benar dan siapa yang dusta, dan pada akhirnya kebenaran akan selalu menang.
Ketahuilah, wahai hamba Allah, bahwa keimanan adalah anugerah terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang dikehendaki-Nya. Orang-orang kafir itu menolak untuk beriman karena kesombongan dan keangkuhan mereka, sehingga mereka tidak merasakan manisnya iman dan tidak akan pernah mendapatkan kebahagiaan hakiki. Maka bersyukurlah kepada Allah yang telah membukakan hatimu untuk menerima kebenaran, dan perbanyaklah memohon keteguhan hati di atas jalan ini. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meneguhkan kita semua di atas iman dan Islam, serta menjauhkan kita dari sifat sombong yang menghalangi seseorang untuk menerima kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 36-40 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 38
Surat Al-Mu'minun Ayat 38 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Ia tidak lain hanyalah seorang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah,…Surat Ayat 38/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 36–40. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








