Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Iṣṭafā: Memilih dan memilah. Maksudnya di sini adalah Allah memilih hamba-hamba-Nya yang dikehendaki untuk menerima risalah dan petunjuk-Nya.
- Āllāhu khairun am mā yusyrikūn: Pertanyaan retoris yang menegaskan bahwa Allah jauh lebih baik dan lebih bermanfaat daripada segala sesembahan yang mereka persekutukan.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada kaummu dengan penuh keyakinan dan rasa syukur: "Segala puji bagi Allah!" Dialah yang berhak atas segala pujian dan sanjungan, atas segala nikmat yang telah Dia limpahkan, dan atas keadilan-Nya dalam membinasakan umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul. Semoga keselamatan dan keamanan tercurah kepada hamba-hamba pilihan-Nya, yaitu para nabi dan rasul yang telah Dia pilih untuk menyampaikan risalah-Nya kepada umat manusia. Mereka adalah orang-orang yang terjaga dari kesesatan dan senantiasa istiqamah di atas kebenaran.
Kemudian Allah mengajarkan kita untuk menggugah akal mereka dengan sebuah pertanyaan yang sangat tegas dan jelas: "Apakah Allah yang Maha Pencipta, Maha Pemurah, dan Maha Kuasa atas segala sesuatu itu lebih baik, atau justru berhala-berhala yang mereka sembah itu yang lebih baik?" Tentu saja jawabannya sudah sangat jelas, tidak ada keraguan sedikit pun. Allah adalah Dzat yang memberikan manfaat dan mudarat, menghidupkan dan mematikan, memberi rezeki dan mengatur segala urusan. Sedangkan berhala-berhala itu hanyalah batu-batu mati yang tidak mampu berbuat apa-apa, tidak dapat menolak bahaya dan tidak pula dapat mendatangkan kebaikan, bahkan untuk diri mereka sendiri pun mereka tidak berdaya.
Pertanyaan ini adalah bentuk sanggahan yang sangat telak dan peringatan yang tegas bagi orang-orang musyrik. Ia menunjukkan betapa bodoh dan sesatnya mereka karena meninggalkan ibadah kepada Allah yang Maha Kuasa dan justru menyembah makhluk-makhluk yang lemah dan tidak berguna. Ini adalah seruan yang mengajak mereka untuk kembali kepada fitrah yang lurus, yaitu mengesakan Allah dalam beribadah.
Pesan Dakwah:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita tiga hal yang sangat indah. *Pertama*, hendaknya kita senantiasa membiasakan lisan kita dengan ucapan *alhamdulillah* dalam setiap keadaan, karena dengan bersyukur, Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita. *Kedua*, kita diperintahkan untuk mencintai dan menghormati para nabi dan rasul, serta orang-orang saleh yang telah dipilih Allah, karena kecintaan kepada mereka adalah bagian dari iman. *Ketiga*, ayat ini menanamkan dalam diri kita keyakinan yang kokoh bahwa hanya Allah sajalah yang berhak disembah. Tidak ada yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih layak untuk kita sembah selain Allah. Maka, marilah kita jadikan ayat ini sebagai renungan untuk selalu memperbaiki kualitas ibadah kita, menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan, dan menyerahkan seluruh urusan kita hanya kepada Allah, karena Dialah sebaik-baik pelindung dan penolong. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang terpilih dan memperoleh keselamatan di dunia dan akhirat. Aamiin.
📜 Ayat 57-61 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 59
Surat An-Naml Ayat 59 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang…Surat Ayat 59/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 57–61. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








