Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Asāṭīrul-awwalīn: Kisah-kisah dongeng dan kebohongan orang-orang terdahulu yang mereka tulis dan karang, bukan berasal dari wahyu Allah.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan. Mereka berkata dengan nada mengejek dan meremehkan: "Sungguh, kami telah dijanjikan akan dibangkitkan kembali setelah mati—baik kami sendiri maupun nenek moyang kami dahulu—namun kami tidak pernah melihat janji itu menjadi kenyataan. Ini hanyalah dongeng-dongeng orang-orang zaman dahulu yang mereka karang dan tulis dalam kitab-kitab mereka, tidak lebih dari sekadar mitos belaka."
Mereka menganggap bahwa berita tentang kebangkitan hanyalah cerita rekaan yang diwariskan turun-temurun, bukan kebenaran yang akan benar-benar terjadi. Padahal, keingkaran mereka ini lahir dari kesombongan dan keengganan untuk merenungkan kekuasaan Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, serta menghidupkan dan mematikan seluruh makhluk.
Ayat ini mengajarkan kita bahwa keingkaran terhadap hari akhir bukanlah perkara sepele. Ia adalah akar dari segala kemaksiatan, karena ketika seseorang tidak percaya akan adanya pertanggungjawaban di akhirat, ia akan berani berbuat zalim dan melampaui batas. Sebaliknya, keimanan kepada hari kebangkitan adalah sumber ketakwaan dan amal saleh.
Saudaraku, renungkanlah! Allah yang menciptakan alam semesta yang begitu luas dan menakjubkan ini—dengan segala keteraturan dan keindahannya—tentu Maha Mampu untuk menghidupkan kembali manusia yang telah menjadi tanah. Tidakkah kita melihat bagaimana bumi yang mati dan kering kemudian disiram hujan, lalu tumbuhlah berbagai tanaman yang segar dan subur? Itulah bukti nyata kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati.
Janganlah kita menjadi seperti orang-orang yang disebut dalam ayat ini, yang menolak kebenaran hanya karena belum melihatnya dengan mata kepala sendiri. Padahal, akal yang sehat dan fitrah yang bersih akan mengakui bahwa alam semesta ini tidak mungkin diciptakan dengan sia-sia. Pasti ada hari pembalasan, di mana setiap kebaikan akan diganjar dengan kebaikan dan setiap kejahatan akan dibalas dengan keadilan.
Marilah kita jadikan keimanan kepada hari akhir sebagai pendorong untuk senantiasa berbuat baik, menjauhi larangan Allah, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan yang kekal nanti. Karena sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah kampung yang abadi. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meneguhkan hati kita di atas iman dan Islam, serta memudahkan kita untuk beramal saleh hingga akhir hayat. Aamiin.
📜 Ayat 66-70 — An-Naml
Terjemah — An-Naml 68
Surat Ayat 68/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 66–70. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








