An-Naml · 68/93
Terjemah Transliterasi — An-Naml
لَقَدۡ وُعِدۡنَا هَٰذَا نَحۡنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبۡلُ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ  ۝٦٨
Laqad wu`idnaa haazaa nahnu wa aabaaa`unaa min qablu in haazaaa illaaa asaateerul awwaleen
📖 Arti Bahasa Indonesia
Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala".
📜

Terjemah — Tafsir

Makna Kata-Kata:

  • Asāṭīrul-awwalīn: Kisah-kisah dongeng dan kebohongan orang-orang terdahulu yang mereka tulis dan karang, bukan berasal dari wahyu Allah.

Tafsir Ayat:

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan. Mereka berkata dengan nada mengejek dan meremehkan: "Sungguh, kami telah dijanjikan akan dibangkitkan kembali setelah mati—baik kami sendiri maupun nenek moyang kami dahulu—namun kami tidak pernah melihat janji itu menjadi kenyataan. Ini hanyalah dongeng-dongeng orang-orang zaman dahulu yang mereka karang dan tulis dalam kitab-kitab mereka, tidak lebih dari sekadar mitos belaka."

Mereka menganggap bahwa berita tentang kebangkitan hanyalah cerita rekaan yang diwariskan turun-temurun, bukan kebenaran yang akan benar-benar terjadi. Padahal, keingkaran mereka ini lahir dari kesombongan dan keengganan untuk merenungkan kekuasaan Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, serta menghidupkan dan mematikan seluruh makhluk.

Ayat ini mengajarkan kita bahwa keingkaran terhadap hari akhir bukanlah perkara sepele. Ia adalah akar dari segala kemaksiatan, karena ketika seseorang tidak percaya akan adanya pertanggungjawaban di akhirat, ia akan berani berbuat zalim dan melampaui batas. Sebaliknya, keimanan kepada hari kebangkitan adalah sumber ketakwaan dan amal saleh.

Saudaraku, renungkanlah! Allah yang menciptakan alam semesta yang begitu luas dan menakjubkan ini—dengan segala keteraturan dan keindahannya—tentu Maha Mampu untuk menghidupkan kembali manusia yang telah menjadi tanah. Tidakkah kita melihat bagaimana bumi yang mati dan kering kemudian disiram hujan, lalu tumbuhlah berbagai tanaman yang segar dan subur? Itulah bukti nyata kekuasaan Allah untuk menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati.

Janganlah kita menjadi seperti orang-orang yang disebut dalam ayat ini, yang menolak kebenaran hanya karena belum melihatnya dengan mata kepala sendiri. Padahal, akal yang sehat dan fitrah yang bersih akan mengakui bahwa alam semesta ini tidak mungkin diciptakan dengan sia-sia. Pasti ada hari pembalasan, di mana setiap kebaikan akan diganjar dengan kebaikan dan setiap kejahatan akan dibalas dengan keadilan.

Marilah kita jadikan keimanan kepada hari akhir sebagai pendorong untuk senantiasa berbuat baik, menjauhi larangan Allah, dan mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan yang kekal nanti. Karena sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah kampung yang abadi. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meneguhkan hati kita di atas iman dan Islam, serta memudahkan kita untuk beramal saleh hingga akhir hayat. Aamiin.

🎧 Dengarkan

📜 Ayat 66-70 — An-Naml

66بَلِ ٱدَّٰرَكَ عِلۡمُهُمۡ فِي ٱلۡأٓخِرَةِۚ بَلۡ هُمۡ فِي شَكٍّ مِّنۡهَاۖ بَلۡ هُم مِّنۡهَا عَمُونَ 
Sebenarnya pengetahuan mereka tentang akhirat tidak sampai (kesana) malahan mereka ragu-ragu tentang akhirat itu, lebih-lebih lagi mereka buta daripadanya.
67وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا وَءَابَآؤُنَآ أَئِنَّا لَمُخۡرَجُونَ 
Berkatalah orang-orang yang kafir: "Apakah setelah kita menjadi tanah dan (begitu pula) bapak-bapak kita; apakah sesungguhnya kita akan dikeluarkan (dari kubur)?
68لَقَدۡ وُعِدۡنَا هَٰذَا نَحۡنُ وَءَابَآؤُنَا مِن قَبۡلُ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلۡأَوَّلِينَ 
Sesungguhnya kami telah diberi ancaman dengan ini dan (juga) bapak-bapak kami dahulu; ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang dahulu kala".
69قُلۡ سِيرُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ فَٱنظُرُواْ كَيۡفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلۡمُجۡرِمِينَ 
Katakanlah: "Berjalanlah kamu (di muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa.
70وَلَا تَحۡزَنۡ عَلَيۡهِمۡ وَلَا تَكُن فِي ضَيۡقٍ مِّمَّا يَمۡكُرُونَ 
Dan janganlah kamu berduka cita terhadap mereka, dan janganlah (dadamu) merasa sempit terhadap apa yang mereka tipudayakan".
An-NamlIndeks Quran
93Ayat
MakkiyahRevelation
68Ayat

Terjemah — An-Naml 68

Surat Ayat 68/93 — An-Naml النمل (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Naml Dengarkan, An-Naml Terjemah, An-Naml mp3, An-Naml pdf. Ayat 66–70. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.




Al-Quran


Tuesday, August 18, 2026

Jangan lupakan kami dalam doa baikmu