Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Żā'iqah (ذائقة): artinya yang merasakan. Penggunaan kata ini menggambarkan bahwa kematian itu benar-benar akan dirasakan oleh setiap jiwa, sebagaimana seseorang merasakan rasa dari sesuatu yang ia cicipi.
- Tusyja'u (تُرْجَعُونَ): artinya kalian akan dikembalikan. Yakni dikembalikan kepada Allah semata, bukan kepada selain-Nya.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba-hamba Allah yang beriman, ketahuilah bahwa setiap jiwa yang bernyawa pasti akan merasakan kematian. Tidak ada satu pun makhluk pun yang dapat lari atau menghindar darinya, di mana pun ia berada. Kematian adalah kepastian yang telah Allah tetapkan bagi seluruh makhluk-Nya, baik yang tinggal di negeri aman maupun di negeri yang penuh ancaman.
Ayat ini turun dalam konteks dorongan untuk berhijrah dari negeri syirik dan kekafiran. Allah mengingatkan kaum mukminin yang merasa takut akan kematian jika mereka meninggalkan kampung halaman mereka. Allah menegaskan: janganlah rasa takut akan kematian menghalangi kalian untuk berhijrah dan beribadah dengan tenang, karena kematian itu pasti datang di mana pun kalian berada. Tidak ada gunanya kalian tinggal di negeri kekafiran karena takut mati, sebab kematian tidak akan meleset dari kalian meskipun kalian bersembunyi di balik benteng yang kokoh.
Kemudian Allah berfirman: *"Kemudian kepada Kami-lah kalian akan dikembalikan"* — yakni setelah kematian itu, kalian akan dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan di hadapan Allah untuk dihisab dan diberi balasan atas segala amal perbuatan kalian selama di dunia. Orang yang berbuat baik akan mendapat balasan kebaikan, dan orang yang berbuat buruk akan mendapat balasan keburukan.
Maka wahai saudaraku kaum muslimin, renungkanlah ayat yang agung ini. Kematian adalah pintu menuju kehidupan yang kekal. Janganlah kalian tertipu oleh kehidupan dunia yang fana ini, dan janganlah rasa takut kepada kematian membuat kalian lalai dari ketaatan kepada Allah. Sesungguhnya orang yang beriman dan berhijrah karena Allah akan mendapatkan tempat kembali yang mulia di sisi-Nya. Adapun orang yang lebih memilih tinggal di negeri kekafiran karena takut mati, maka kematian tetap akan menjemputnya, dan ia akan menghadap Allah dalam keadaan merugi.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai penguat iman dan penyemangat untuk selalu taat kepada Allah, berani meninggalkan segala larangan-Nya, dan bersegera menuju ketaatan. Karena sesungguhnya kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat, dan kematian hanyalah jembatan menuju kampung yang kekal. Semoga Allah memudahkan kita untuk selalu berada di jalan-Nya dan mengumpulkan kita bersama para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh. Aamiin.
📜 Ayat 55-59 — Al-'Ankabut
Terjemah — Al-'Ankabut 57
Surat Ayat 57/69 — Al-'Ankabut العنكبوت (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-'Ankabut Dengarkan, Al-'Ankabut Terjemah, Al-'Ankabut mp3, Al-'Ankabut pdf. Ayat 55–59. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








