Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Yaghulla (يَغُلَّ): Berkhianat, yaitu mengambil sesuatu dari harta rampasan perang (ghanimah) secara sembunyi-sembunyi sebelum dibagikan secara resmi, atau menyembunyikan sebagian darinya.
- Yaghlul (يَغْلُلْ): Orang yang berkhianat dengan mengambil harta rampasan secara tidak sah.
- Tu waffā (تُوَفَّى): Disempurnakan, diberikan secara penuh dan lengkap tanpa dikurangi sedikit pun.
- Lā yuzhlamūn (لَا يُظْلَمُونَ): Mereka tidak dizalimi, tidak dikurangi pahala kebaikan mereka dan tidak ditambah dosa keburukan mereka.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa seorang nabi itu mustahil dan tidak mungkin berkhianat. Para nabi adalah manusia pilihan yang dijaga oleh Allah dari segala bentuk pengkhianatan, termasuk dalam hal pembagian harta rampasan perang. Mereka adalah teladan tertinggi dalam kejujuran dan amanah, sebagaimana mereka menyampaikan wahyu dengan penuh kepercayaan dari Allah.
Ayat ini turun sebagai bantahan terhadap orang-orang munafik yang menuduh Nabi Muhammad ﷺ mengambil bagian harta rampasan secara tidak adil. Allah membersihkan nama baik Nabi-Nya dari tuduhan keji tersebut, sekaligus memberikan peringatan keras kepada seluruh umat.
Kemudian Allah mengancam dengan ancaman yang sangat tegas: "Barang siapa yang berkhianat, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang telah dikhianatinya itu." Bayangkanlah, wahai saudaraku, betapa hinanya seseorang yang pada hari kiamat nanti datang dengan memikul harta curian di lehernya, di hadapan seluruh makhluk yang berkumpul di padang mahsyar, lalu ia diumumkan dan difftah di hadapan semua orang. Sungguh, itu adalah kehinaan yang tiada tara.
Setelah itu, Allah menegaskan keadilan-Nya yang sempurna: setiap jiwa akan diberikan balasan yang penuh sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya. Tidak ada satu pun yang dizalimi. Kebaikan sekecil apa pun akan dibalas, dan keburukan sekecil apa pun akan dihisab. Allah Maha Adil, tidak mengurangi pahala orang yang berbuat baik, dan tidak menambah hukuman bagi orang yang berbuat jahat.
Ayat ini mengajarkan kepada kita betapa pentingnya sifat amanah dan kejujuran dalam segala aspek kehidupan. Seorang muslim sejati adalah orang yang menjaga amanah, baik yang kecil maupun yang besar. Janganlah kita meremehkan pengkhianatan sekecil apa pun, karena Allah Maha Melihat dan akan membalasnya di hari kiamat kelak.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga untuk senantiasa menjaga kejujuran dalam setiap tindakan kita, baik dalam urusan harta, pekerjaan, maupun dalam segala amanah yang dipercayakan kepada kita. Karena kejujuran adalah jalan menuju surga, dan pengkhianatan adalah jalan menuju kehinaan di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 159-163 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 161
Surat Ali Imran Ayat 161 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidak mungkin seorang nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang.…Surat Ayat 161/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 159–163. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








