Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- An-nā (أَنَّى): Bagaimana mungkin.
- Yamasisnī (يَمْسَسْنِي): Menyentuhku atau mendekatiku.
- Qaḍā (قَضَى): Menetapkan atau menghendaki.
- Kun (كُن): Jadilah.
Tafsir:
Maryam 'alaihassalam berkata dengan penuh keheranan, "Wahai Tuhanku, bagaimana mungkin aku akan mempunyai anak, padahal tidak ada seorang laki-laki pun yang menyentuhku, baik melalui pernikahan yang halal maupun perbuatan yang haram?" Beliau mengucapkan ini bukan karena meragukan kekuasaan Allah, melainkan karena ingin mengetahui bagaimana cara Allah akan mewujudkan hal itu, mengingat hal tersebut di luar kebiasaan manusia pada umumnya.
Malaikat menjawab, "Demikianlah Allah menciptakan apa yang Dia kehendaki." Artinya, sebagaimana Allah menciptakan anak bagimu tanpa seorang ayah, maka Allah Maha Kuasa menciptakan segala sesuatu yang Dia kehendaki, meskipun hal itu menyalahi kebiasaan dan hukum alam yang berlaku. Sesungguhnya apabila Allah menghendaki suatu urusan terjadi, maka Dia hanya cukup berfirman kepadanya, "Jadilah!" Maka jadilah ia seketika itu juga, tanpa memerlukan waktu, perantara, atau sebab-sebab lahiriah lainnya.
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat agung tentang keesaan Allah dan kekuasaan-Nya yang mutlak. Allah yang menciptakan alam semesta dengan segala hukumnya adalah Zat yang sama yang mampu melampaui hukum-hukum tersebut kapan pun Dia kehendaki. Kelahiran Nabi Isa 'alaihissalam tanpa seorang ayah adalah salah satu bukti nyata bahwa Allah tidak terikat dengan kebiasaan yang berlaku, dan bahwa segala sesuatu terjadi semata-mata karena kehendak dan kekuasaan-Nya.
Renungan dan Hikmah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah bagaimana Maryam yang suci dan mulia ini menjadi saksi atas kebesaran Allah. Ketika berita gembira datang kepadanya, ia tidak langsung menolak, tetapi ia bertanya dengan penuh ketundukan. Dan jawaban Allah datang dengan sangat tegas: "Kun fayakun" — jadilah, maka terjadilah.
Inilah pelajaran berharga bagi kita semua. Jika Allah mampu menciptakan seorang anak tanpa seorang ayah, maka Allah juga mampu menyelesaikan segala permasalahan hidup kita yang terasa mustahil. Janganlah kita berputus asa dari rahmat Allah, karena tidak ada satu pun yang sulit bagi-Nya. Selama kita beriman dan berdoa, maka Allah akan menjawab dengan cara yang kadang tidak pernah kita duga sebelumnya.
Marilah kita senantiasa memperkuat keyakinan kita kepada Allah, bahwa segala sesuatu berada dalam genggaman-Nya. Jika Allah telah berkehendak, maka tidak ada yang dapat menghalangi-Nya. Semoga kita termasuk hamba-hamba yang selalu bertawakal dan yakin akan pertolongan Allah dalam setiap keadaan. Aamiin.
📜 Ayat 45-49 — Ali Imran
Terjemah — Ali Imran 47
Surat Ayat 47/200 — Ali Imran آل عمران (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ali Imran Dengarkan, Ali Imran Terjemah, Ali Imran mp3, Ali Imran pdf. Ayat 45–49. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








