Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Haraj (حَرَج): Berarti dosa, kesempitan, atau keberatan.
- Faradha (فَرَضَ): Menetapkan, mewajibkan, atau menghalalkan.
- Sunnah (سُنَّةَ): Ketetapan, kebiasaan, atau jalan yang telah ditetapkan.
- Khalaw (خَلَوْا): Telah berlalu atau telah terdahulu.
- Qadaran Maqdūrā (قَدَرًا مَّقْدُورًا): Ketetapan yang pasti terjadi dan tidak dapat dielakkan.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat ini bahwa tidak ada dosa, kesempitan, atau keberatan sedikit pun bagi Nabi Muhammad ﷺ dalam perkara yang telah Allah halalkan dan tetapkan baginya, yaitu menikahi Zainab binti Jahsy radhiyallahu 'anha setelah ia diceraikan oleh Zaid bin Haritsah — anak angkat beliau. Perkara ini bukanlah suatu pelanggaran atau aib bagi Nabi ﷺ, melainkan justru merupakan ketetapan Allah yang penuh hikmah.
Sesungguhnya hal ini merupakan sunnatullah — ketetapan Allah yang telah berlaku — pada para nabi dan rasul sebelum beliau. Mereka juga menikahi lebih dari satu istri, seperti Nabi Daud dan Nabi Sulaiman 'alaihimassalam yang memiliki banyak istri. Maka Nabi Muhammad ﷺ bukanlah seorang yang menyimpang dari jalan para nabi terdahulu; beliau justru mengikuti jejak mereka dalam hal yang telah Allah halalkan.
Dan ketetapan Allah itu adalah qadaran maqdūrā — suatu keputusan yang pasti terjadi, tidak dapat ditolak, tidak dapat diubah, dan tidak ada seorang pun yang dapat menghalanginya. Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi, dan apa yang tidak Dia kehendaki tidak akan pernah terjadi. Dalam peristiwa ini, Allah menghendaki dihapusnya kebiasaan jahiliyah yang mengharamkan menikahi bekas istri anak angkat, sekaligus menetapkan syariat yang benar bagi umat Islam hingga akhir zaman.
Hikmah dan Pelajaran bagi Kita:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga: bahwa seorang hamba yang ikhlas menjalankan perintah Allah tidak perlu merasa terbebani oleh penilaian atau celaan manusia. Selama kita berada di atas kebenaran dan mengikuti petunjuk Allah, maka tidak ada yang perlu ditakutkan. Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya, dan ketetapan-Nya selalu mengandung hikmah yang mendalam, meskipun terkadang akal kita belum mampu menjangkaunya.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai penguat keyakinan bahwa Allah selalu bersama orang-orang yang bertakwa dan berbuat baik. Janganlah kita ragu untuk melaksanakan perintah Allah meskipun manusia menilai aneh atau berat, karena sesungguhnya ketetapan Allah adalah sebaik-baik ketetapan, dan pertolongan-Nya pasti datang bagi hamba-hamba-Nya yang sabar dan tawakal. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang ridha terhadap ketetapan-Nya dan istiqamah di atas jalan yang diridhai-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 36-40 — Al-Ahzab
Terjemah — Al-Ahzab 38
Surat Al-Ahzab Ayat 38 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Tidak ada suatu keberatanpun atas Nabi tentang apa yang telah…Surat Ayat 38/73 — Al-Ahzab الأحزاب (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Ahzab Dengarkan, Al-Ahzab Terjemah, Al-Ahzab mp3, Al-Ahzab pdf. Ayat 36–40. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








