Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- يَبْسُطُ الرِّزْقَ : Melapangkan dan memperluas rezeki.
- وَيَقْدِرُ : Menyempitkan dan membatasinya.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, sampaikanlah kepada mereka yang tertipu oleh kemewahan dunia dan mengira bahwa harta yang melimpah adalah tanda kemuliaan di sisi Allah, serta mereka yang mengira bahwa kemiskinan adalah tanda kehinaan. Katakanlah kepada mereka dengan tegas: "Sesungguhnya Tuhanku Maha Bijaksana dalam mengatur rezeki hamba-hamba-Nya. Dia melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Dia pula yang menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Semua itu terjadi bukan karena Allah mencintai orang kaya atau membenci orang miskin, melainkan sebagai ujian dan cobaan."
Allah memberikan kekayaan kepada sebagian hamba-Nya untuk menguji apakah mereka bersyukur atau justru kufur dan sombong. Dan Allah menyempitkan rezeki bagi sebagian yang lain untuk menguji apakah mereka bersabar atau justru mengeluh dan berputus asa. Kekayaan bukanlah bukti keridhaan Allah, dan kemiskinan bukanlah tanda kemurkaan-Nya. Bahkan bisa jadi kekayaan itu diberikan sebagai istidraj (penangguhan sementara) yang akan menjadi sebab kebinasaan, sebagaimana kemiskinan bisa menjadi pembersih dosa dan pengangkat derajat.
Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui hikmah di balik ketentuan Allah ini. Mereka tidak merenungkan bahwa Allah Maha Bijaksana, tidaklah Dia menetapkan sesuatu melainkan dengan hikmah yang agung. Seandainya mereka mau berpikir, niscaya mereka akan memahami bahwa urusan rezeki sepenuhnya berada di tangan Allah, dan yang wajib bagi hamba hanyalah berusaha, bersyukur saat lapang, dan bersabar saat sempit.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa banyak orang yang tertipu oleh gemerlapnya dunia! Mereka mengira bahwa harta yang banyak adalah tanda cinta Allah, dan kemiskinan adalah tanda murka-Nya. Padahal, Allah menguji hamba-Nya dengan berbagai cara. Terkadang diuji dengan kelapangan agar terlihat siapa yang bersyukur, dan terkadang diuji dengan kesempitan agar terlihat siapa yang bersabar.
Maka jadilah hamba yang cerdas! Jangan pernah mengukur kemuliaan di sisi Allah dengan banyaknya harta atau luasnya kekuasaan. Ukuran kemuliaan yang sejati adalah ketakwaan dan keikhlasan dalam beribadah. Orang yang diberi kelapangan hendaknya memperbanyak syukur dan berbagi dengan sesama, karena harta adalah titipan yang akan dimintai pertanggungjawaban. Sedangkan orang yang diuji dengan kesempitan hendaknya memperbanyak sabar dan yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang beriman.
Ingatlah, dunia ini hanyalah persinggahan sementara. Yang kekal adalah akhirat. Maka janganlah engkau tertipu oleh kilauan dunia yang fana, dan jangan pula berputus asa dari rahmat Allah ketika rezeki terasa sempit. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, dan Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hamba-Nya.
📜 Ayat 34-38 — Saba
Terjemah — Saba 36
Surat Saba Ayat 36 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan…Surat Ayat 36/54 — Saba سبأ (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Saba Dengarkan, Saba Terjemah, Saba mp3, Saba pdf. Ayat 34–38. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








