Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Idzan (إِذًا): jika demikian / kalau begitu.
- Ḍalāl (ضَلَال): kesesatan, kekeliruan, penyimpangan dari kebenaran.
- Mubīn (مُبِين): jelas, nyata, tampak terang.
Tafsir Ayat:
Ayat ini merupakan kelanjutan dari kisah seorang mukmin yang datang dari ujung kota untuk menasihati kaumnya yang sedang berkumpul mendengarkan dakwah para rasul. Ia berkata dengan penuh kejujuran dan keikhlasan: "Jika aku benar-benar menyembah tuhan-tuhan selain Allah — padahal mereka tidak memiliki kekuasaan apa pun, tidak bisa memberi manfaat maupun menolak mudarat, bahkan tidak mampu menolong diriku sedikit pun — maka sungguh aku berada dalam kesesatan yang nyata dan kekeliruan yang sangat jelas."
Maksudnya: menyembah selain Allah adalah puncak kebodohan dan kerugian yang terang benderang. Bagaimana mungkin seseorang yang berakal sehat meninggalkan ibadah kepada Pencipta langit dan bumi, lalu tunduk dan merendahkan diri kepada patung-patung atau sesembahan lain yang tidak berdaya? Ini adalah bentuk kesesatan yang tidak perlu diragukan lagi.
Orang mukmin itu menegaskan bahwa pilihan untuk beriman kepada Allah semata bukanlah pilihan yang membawa penyesalan, melainkan pilihan yang menyelamatkan. Ia mengajak kaumnya untuk merenungkan: jika Allah menghendaki keburukan atau musibah, tidak ada satu pun sesembahan lain yang mampu mencegahnya. Maka mengapa masih mempertahankan keyakinan yang sia-sia itu?
Sahabat-sahabatku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah prinsip tauhid yang agung: bahwa keselamatan dan kebahagiaan hanya ada di dalam beribadah kepada Allah Yang Maha Esa. Siapa yang menyimpang dari jalan ini, maka ia berada dalam kesesatan yang jelas. Sebaliknya, siapa yang berpegang teguh kepada tauhid, maka ia berada di atas petunjuk yang terang.
Kisah ini juga menunjukkan keberanian seorang mukmin sejati dalam menyampaikan kebenaran, meskipun ia harus berhadapan dengan kaumnya sendiri yang menentang. Ia tidak takut, karena ia yakin bahwa Allah bersamanya. Dan akhirnya, sebagaimana disebutkan dalam lanjutan kisah, ia mati syahid karena dibunuh oleh kaumnya, lalu Allah memasukkannya ke dalam surga. Alangkah indahnya akhir bagi orang-orang yang beriman dan berpegang teguh kepada kebenaran!
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai renungan: sudahkah kita benar-benar mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah? Sudahkah kita menjauhkan diri dari segala bentuk kesyirikan, baik yang nyata maupun yang tersembunyi? Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang bertauhid dan istiqamah di atas jalan yang lurus. Aamiin.
📜 Ayat 22-26 — Yasin
Terjemah — Yasin 24
Surat Yasin Ayat 24 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.Surat Ayat 24/83 — Yasin يس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yasin Dengarkan, Yasin Terjemah, Yasin mp3, Yasin pdf. Ayat 22–26. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








