Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ihsyurū (احْشُرُوا): Kumpulkanlah, himpunlah, atau kumpulkanlah dengan paksa.
- Alladzīna zhalamū (الَّذِينَ ظَلَمُوا): Orang-orang yang zalim, yaitu orang-orang musyrik yang berbuat aniaya dengan menyekutukan Allah.
- Wa azwājahum (وَأَزْوَاجَهُمْ): Istri-istri mereka, atau dalam konteks ini bermakna orang-orang yang serupa dan sealiran dengan mereka dalam kekufuran dan kesesatan.
- Wa mā kānū ya'budūn (وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ): Apa yang dahulu mereka sembah, yaitu berhala-berhala dan sesembahan-sesembahan selain Allah.
Tafsir Ayat:
Pada hari kiamat nanti, Allah Subhanahu wa Ta'ala akan memerintahkan para malaikat untuk mengumpulkan seluruh orang-orang yang zalim, yaitu mereka yang berlaku aniaya terhadap diri mereka sendiri dengan berbuat syirik dan kufur kepada Allah. Mereka dikumpulkan bersama dengan "azwāj" mereka, yakni orang-orang yang serupa dengan mereka dalam hal kekufuran, orang-orang yang menjadi pengikut setia mereka dalam kesesatan, serta semua yang sepaham dan sealiran dengan mereka dalam kemungkaran. Setiap pelaku dosa akan dikumpulkan bersama kelompoknya masing-masing; para pelaku riba bersama pelaku riba, para pelaku zina bersama pelaku zina, para peminum khamar bersama peminum khamar, dan seterusnya.
Tidak hanya itu, mereka juga dikumpulkan bersama dengan segala sesuatu yang dahulu mereka sembah selain Allah, seperti berhala-berhala, patung-patung, dan sesembahan-sesembahan batil lainnya. Semuanya dihimpun dalam satu tempat, kemudian para malaikat menuntun mereka menuju jalan neraka Jahanam dengan penuh kehinaan dan siksaan yang pedih. Mereka digiring dengan ganas dan kasar menuju tempat kembalinya yang paling buruk itu.
Ayat ini menggambarkan betapa dahsyatnya hari pembalasan, di mana tidak ada satu pun yang luput dari perhitungan Allah. Setiap kezaliman akan dibalas, dan setiap kesesatan akan dipertanggungjawabkan. Bahkan sesembahan-sesembahan mereka yang batil itu pun ikut dikumpulkan bersama mereka, lalu semuanya menjadi bahan bakar neraka, sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat lain bahwa berhala-berhala itu akan masuk neraka bersama para penyembahnya.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi kita semua agar senantiasa menjauhi segala bentuk kezaliman, terutama kezaliman yang paling besar yaitu syirik dan kufur kepada Allah. Betapa mengerikannya hari itu, ketika seseorang dikumpulkan bersama orang-orang yang sealiran dengannya dalam keburukan. Maka dari itu, pilihlah teman dan lingkungan yang baik, karena kelak manusia akan dikumpulkan bersama orang-orang yang dicintainya dan yang sepaham dengannya.
Ayat ini juga mengajarkan kita bahwa berhala-berhala dan sesembahan selain Allah tidak akan mampu memberikan pertolongan sedikit pun pada hari kiamat. Mereka justru ikut digiring ke neraka bersama para penyembahnya. Maka betapa ruginya orang-orang yang selama ini menyembah selain Allah, karena yang mereka sembah itu tidak kuasa menolong mereka, bahkan ikut menjadi penghuni neraka.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai renungan untuk senantiasa memperbaiki keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah. Jangan sampai kita termasuk golongan orang-orang yang zalim yang akan dihimpun dengan penuh kehinaan pada hari kiamat. Sebaliknya, jadilah hamba-hamba Allah yang saleh, yang akan dikumpulkan bersama para nabi, orang-orang jujur, para syuhada, dan orang-orang saleh pada hari yang tiada kerugian bagi mereka. Semoga Allah melindungi kita semua dari azab-Nya dan memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang beruntung. Aamiin.
📜 Ayat 20-24 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 22
Surat As-Saffat Ayat 22 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : (kepada malaikat diperintahkan): "Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat…Surat Ayat 22/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 20–24. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








