Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- يَسْتَكْبِرُونَ (yastakbirūn): Mereka bersikap sombong dan angkuh, enggan menerima kebenaran karena merasa diri mereka lebih tinggi dan lebih mulia.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan dengan jelas kondisi orang-orang musyrik yang telah tertutup hatinya oleh kesombongan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa sesungguhnya mereka itu—yakni orang-orang yang ingkar kepada hari kebangkitan dan mendustakan para rasul—memiliki tabiat yang buruk. Apabila dikatakan kepada mereka, "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah), dan mereka diajak untuk mengucapkannya dengan penuh keikhlasan serta mengamalkan konsekuensinya—yaitu meninggalkan segala bentuk kesyirikan dan penyembahan kepada selain Allah—mereka justru menolak dengan sikap sombong dan angkuh.
Mereka enggan merendahkan diri di hadapan kebenaran. Padahal, kalimat tauhid ini adalah kalimat yang agung, kunci masuknya seseorang ke dalam Islam, dan pembeda antara penghuni surga dan penghuni neraka. Namun karena kesombongan mereka, mereka menolak kalimat yang mulia ini. Mereka merasa bahwa mengucapkan kalimat ini berarti merendahkan diri di hadapan Allah dan mengakui kelemahan mereka di hadapan sesembahan-sesembahan yang mereka agungkan.
Sungguh, inilah penyakit terbesar yang menghalangi manusia dari petunjuk—yaitu kesombongan untuk tunduk kepada kebenaran. Padahal, orang yang berakal sehat pasti akan menerima kebenaran dari siapa pun datangnya, karena kebenaran adalah sesuatu yang mulia dan membebaskan jiwa dari belenggu kesesatan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, mari kita renungkan sejenak. Betapa indahnya nikmat iman yang Allah karuniakan kepada kita. Kita telah dimudahkan untuk mengucapkan kalimat "Laa ilaaha illallah" dengan penuh kesadaran dan keikhlasan, sementara banyak orang yang menolaknya karena kesombongan. Ini adalah nikmat yang sangat besar yang patut kita syukuri setiap saat.
Kesombongan adalah penyakit yang menghancurkan. Ia telah menjerumuskan iblis ke dalam kehinaan abadi ketika ia enggan sujud kepada Adam karena merasa dirinya lebih mulia. Demikian pula orang-orang musyrik, mereka menolak kalimat tauhid karena merasa diri mereka lebih tinggi. Padahal, tidak ada kemuliaan yang hakiki kecuali dengan tunduk kepada Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: "Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi." (HR. Muslim)
Oleh karena itu, marilah kita senantiasa merendahkan hati kita di hadapan Allah. Jauhilah sifat sombong dalam segala bentuknya, baik sombong dalam menerima kebenaran, sombong karena harta, kedudukan, maupun ilmu. Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa, bukan yang paling sombong.
Kalimat tauhid adalah kalimat yang ringan di lisan namun berat dalam timbangan. Ia adalah kalimat yang menjadi syarat masuk surga dan penyelamat dari api neraka. Maka, jagalah kalimat ini dengan sebaik-baiknya, ucapkanlah dengan penuh keyakinan, dan amalkanlah konsekuensinya dalam kehidupan sehari-hari. Jadikanlah hidup kita senantiasa dalam naungan tauhid yang murni, sehingga kita termasuk orang-orang yang beruntung di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 33-37 — As-Saffat
Terjemah — As-Saffat 35
Surat As-Saffat Ayat 35 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah"…Surat Ayat 35/182 — As-Saffat الصافات (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: As-Saffat Dengarkan, As-Saffat Terjemah, As-Saffat mp3, As-Saffat pdf. Ayat 33–37. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








