Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Āmanū: Masuk ke dalam iman dan meyakini kebenaran Islam.
- Kafarū: Keluar dari iman dan mengingkari kebenaran.
- Izdādū kufrā: Semakin bertambah kekufuran mereka dan terus-menerus berada di dalamnya hingga akhir hayat.
Tafsir Ayat:
Wahai hamba-hamba Allah yang beriman, renungkanlah ayat yang agung ini! Allah Ta'ala mengabarkan tentang sekelompok orang yang sangat disayangkan nasibnya. Mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka murtad kembali kepada kekufuran, lalu mereka beriman lagi, kemudian mereka kufur lagi, dan akhirnya mereka terus-menerus tenggelam dalam kekufuran itu hingga bertambah-tambah dan mereka mati di atasnya.
Bagi mereka yang keadaannya demikian—terus-menerus bermain-main dengan agama, bolak-balik antara iman dan kufur, lalu berakhir dengan kekufuran dan mati di atasnya—maka Allah Ta'ala menegaskan dengan kepastian yang mutlak: Allah tidak akan mengampuni dosa-dosa mereka, dan Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka ke jalan yang lurus yang menyelamatkan mereka dari azab yang pedih. Sebab, mereka telah menutup pintu taubat untuk diri mereka sendiri dengan terus-menerus dalam kekufuran hingga ajal menjemput.
Sungguh, ayat ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi kita semua agar kita senantiasa istiqamah di atas iman. Janganlah sekali-kali kita mempermainkan agama, karena iman adalah nikmat terbesar yang Allah berikan kepada hamba-Nya. Barangsiapa yang Allah berikan hidayah kepadanya, maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang Allah sesatkan setelah datang kepadanya kebenaran, maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk.
Wahai saudaraku seiman, betapa indahnya jika kita menjaga keimanan ini seperti menjaga harta yang paling berharga. Iman adalah kunci kebahagiaan di dunia dan keselamatan di akhirat. Janganlah kita sia-siakan nikmat iman ini dengan perbuatan kufur atau kemaksiatan yang dapat menghantarkan kita pada kesesatan.
Marilah kita berlindung kepada Allah dari keadaan yang disebutkan dalam ayat ini, dan marilah kita berdoa dengan sungguh-sungguh: *"Ya Allah, teguhkanlah hati kami di atas agama-Mu, dan wafatkanlah kami dalam keadaan iman, bukan dalam keadaan kufur."* Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa. Dan ingatlah, pintu taubat masih terbuka selama nyawa belum sampai di tenggorokan. Maka bersegeralah kembali kepada Allah sebelum terlambat, karena Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya yang mau kembali kepada-Nya.
📜 Ayat 135-139 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 137
Surat An-Nisa Ayat 137 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya orang-orang yang beriman kemudian kafir, kemudian beriman (pula), kamudian…Surat Ayat 137/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 135–139. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








