Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- "Barażū" (بَرَزُوا): Keluar dan pergi dari hadapanmu.
- "Bayyata" (بَيَّتَ): Merencanakan sesuatu di malam hari secara sembunyi-sembunyi; maknanya di sini adalah merencanakan sesuatu secara rahasia.
- "Tā'ifah" (طَائِفَةٌ): Sekelompok orang.
- "Yaktubu" (يَكْتُبُ): Mencatat dan menetapkan dalam catatan amal.
- "Wakīlā" (وَكِيلًا): Penolong, pelindung, dan yang mengurus segala urusan.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengungkapkan kepada Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wa sallam tentang tabiat buruk orang-orang munafik. Mereka adalah kaum yang pandai bermuka dua—di hadapan Rasulullah mereka berkata, "Kami taat dan patuh kepada perintahmu," dengan lisan yang manis dan sikap yang tampak tunduk. Namun, begitu mereka keluar dari majelis beliau dan berada di tempat yang sepi, sebagian dari mereka diam-diam merencanakan hal yang justru bertentangan dengan apa yang mereka ucapkan. Mereka menyusun tipu daya dan makar di malam hari, jauh dari pandangan manusia.
Allah Maha Mengetahui segala yang mereka sembunyikan. Tidak ada satu pun bisikan hati dan rencana rahasia mereka yang luput dari pengetahuan-Nya. Allah mencatat semuanya dalam kitab catatan amal mereka, dan kelak mereka akan menerima balasan yang setimpal atas segala tipu daya itu. Sungguh, tidak ada yang lebih mengetahui isi hati selain Allah, dan tidak ada yang lebih adil dalam memberikan balasan selain Dia.
Kemudian Allah memerintahkan Rasul-Nya untuk berpaling dari mereka—tidak perlu menghukum mereka atau membalas perbuatan mereka, karena urusan mereka diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Rasulullah diperintahkan untuk bertawakal kepada Allah, menyerahkan segala urusan kepada-Nya, dan tidak perlu merasa khawatir terhadap tipu daya mereka. Sesungguhnya Allah Maha Cukup sebagai penolong dan pelindung bagi hamba-hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya.
Hikmah dan Pelajaran:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran berharga tentang pentingnya keikhlasan dan keselarasan antara ucapan dan perbuatan. Orang munafik adalah mereka yang berkata lain tapi berbuat lain. Maka jadilah hamba yang jujur—lisannya sama dengan hatinya, dan amalnya sama dengan ucapannya. Allah tidak hanya melihat apa yang tampak dari diri kita, tetapi juga apa yang tersembunyi dalam hati dan apa yang kita rencanakan secara diam-diam.
Ayat ini juga menjadi penghibur bagi setiap muslim yang berjuang di jalan kebaikan. Ketika ada orang-orang yang menampakkan dukungan namun diam-diam menentang, janganlah bersedih dan jangan pula membalas dengan keburukan. Cukuplah Allah menjadi saksi dan penolongmu. Bertawakallah kepada-Nya, karena siapa yang bertawakal kepada Allah, maka Allah akan mencukupinya. Sungguh, Allah adalah sebaik-baik pelindung dan sekuat-kuat penolong.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pengingat untuk selalu menjaga keikhlasan dalam setiap amal, dan menjauhkan diri dari sifat munafik yang menjadi ciri kebinasaan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang jujur, ikhlas, dan bertawakal kepada-Nya dalam setiap keadaan. Aamiin.
📜 Ayat 79-83 — An-Nisa
Terjemah — An-Nisa 81
Surat An-Nisa Ayat 81 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mereka (orang-orang munafik) mengatakan: "(Kewajiban kami hanyalah) taat". Tetapi…Surat Ayat 81/176 — An-Nisa النساء (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nisa Dengarkan, An-Nisa Terjemah, An-Nisa mp3, An-Nisa pdf. Ayat 79–83. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








