Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Ami ittakhadzu (أَمِ اتَّخَذُوا): Bahkan apakah mereka mengambil/menjadikan.
- Min dunihi (مِن دُونِهِ): Selain Allah.
- Awliyaa (أَوْلِيَاءَ): Pemimpin-pemimpin, penolong-penolong, atau sesembahan-sesembahan.
- Al-Waliyy (الْوَلِيّ): Pelindung, Penolong, dan Pengurus segala urusan.
- Yuhyil mauta (يُحْيِي الْمَوْتَى): Menghidupkan orang-orang yang telah mati.
- Qadir (قَدِير): Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman mengingkari perbuatan orang-orang musyrik yang menjadikan selain Allah sebagai pelindung dan sesembahan mereka. Mereka mengambil berhala-berhala, patung-patung, dan makhluk-makhluk lain sebagai penolong yang mereka harapkan manfaatnya dan mereka takuti mudharatnya. Sungguh, ini adalah kebodohan yang sangat besar!
Padahal, Allah-lah satu-satunya Pelindung yang hakiki. Dialah yang mengurus hamba-hamba-Nya yang beriman, mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya, menolong mereka dalam segala urusan, dan melindungi mereka dari segala keburukan. Tidak ada pelindung selain Dia, dan tidak ada yang mampu memberikan manfaat atau menolak mudharat kecuali dengan izin-Nya.
Allah kemudian menyebutkan bukti kekuasaan-Nya yang agung: "Dan Dia menghidupkan orang-orang yang telah mati." Dialah yang akan membangkitkan seluruh manusia dari kubur mereka pada hari kiamat untuk dihisab dan diberi balasan. Ini adalah bukti nyata bahwa hanya Allah yang berkuasa atas segala sesuatu, sedangkan berhala-berhala yang mereka sembah tidak mampu menghidupkan seekor lalat pun meskipun mereka berkumpul untuk itu.
"Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu." Tidak ada satu pun yang melemahkan-Nya, baik di langit maupun di bumi. Kekuasaan-Nya meliputi segala sesuatu tanpa kecuali. Maka betapa bodohnya orang yang meninggalkan Allah Yang Maha Kuasa dan berpaling kepada makhluk yang lemah dan tidak berdaya!
Renungan dan Pesan Dakwah:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajak kita untuk merenungkan satu pertanyaan penting: kepada siapa kita menggantungkan harapan dan perlindungan? Banyak manusia di zaman ini menjadikan harta, jabatan, kekuasaan, atau bahkan sesama manusia sebagai "wali" (pelindung) mereka. Mereka merasa aman dengan kekuatan dan pengaruh makhluk, lupa bahwa semua itu hanyalah titipan yang bisa hilang kapan saja.
Islam mengajarkan kita untuk menjadikan Allah sebagai satu-satunya pelindung. Ketika kita bersandar kepada-Nya, kita tidak akan pernah kecewa. Allah tidak pernah mengkhianati hamba-Nya yang bertawakal kepada-Nya. Dia Maha Hidup, tidak pernah tidur, tidak pernah lalai, dan tidak pernah lemah. Sedangkan makhluk—betapapun kuatnya—tetap lemah dan butuh pertolongan.
Mari kita perbaiki hubungan kita dengan Allah. Jadikanlah Dia tempat kita mengadu, tempat kita meminta, dan tempat kita berlindung dalam setiap keadaan. Karena hanya Allah yang mampu menghidupkan yang mati, dan hanya Allah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Sungguh beruntung orang yang menjadikan Allah sebagai pelindungnya, karena ia telah berpegang pada tali yang tidak akan pernah putus.
📜 Ayat 7-11 — Asy-Syura
Terjemah — Asy-Syura 9
Surat Asy-Syura Ayat 9 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dialah…Surat Ayat 9/53 — Asy-Syura الشورى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syura Dengarkan, Asy-Syura Terjemah, Asy-Syura mp3, Asy-Syura pdf. Ayat 7–11. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








