Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الْخَبِيثُ (al-khabīts): Segala sesuatu yang buruk, haram, dan tercela.
- الطَّيِّبُ (ath-thayyib): Segala sesuatu yang baik, halal, dan terpuji.
- أُولِي الْأَلْبَابِ (ulī al-albāb): Orang-orang yang memiliki akal sehat yang digunakan untuk berpikir dan mengambil pelajaran.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada seluruh umat manusia: tidaklah sama antara yang buruk dan yang baik dalam segala hal. Orang kafir tidak sama dengan orang mukmin, orang yang bermaksiat tidak sama dengan orang yang taat, orang yang bodoh tidak sama dengan orang yang berilmu, orang yang mengada-ada dalam agama tidak sama dengan orang yang mengikuti sunnah, dan harta yang haram tidak sama dengan harta yang halal. Meskipun banyaknya hal yang buruk itu mungkin membuatmu kagum atau terpesona, namun banyaknya sesuatu tidaklah menunjukkan keutamaannya. Yang sedikit tetapi baik jauh lebih utama daripada yang banyak tetapi buruk.
Ayat ini juga turun sebagai larangan bagi kaum muslimin untuk mengganggu para jamaah haji dari kalangan musyrikin. Meskipun mereka musyrik, namun tidak boleh diganggu karena hal itu termasuk perbuatan buruk yang diharamkan. Maka dari itu, Allah memerintahkan: bertakwalah kepada Allah wahai orang-orang yang berakal sehat, dengan menjauhi segala yang buruk dan haram, serta mengerjakan segala yang baik dan halal. Mudah-mudahan kalian meraih keberuntungan yang hakiki, yaitu keridaan Allah dan surga-Nya yang penuh kenikmatan.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip hidup yang sangat agung: jangan pernah tertipu oleh banyaknya sesuatu yang buruk, karena kualitas jauh lebih berharga daripada kuantitas. Di zaman sekarang, kita sering melihat kemaksiatan dan kemungkaran seakan-akan merajalela di mana-mana, bahkan terkadang membuat sebagian orang merasa bahwa itulah yang "normal" atau "biasa". Padahal, ketakwaan kepada Allah adalah kunci kebahagiaan yang sesungguhnya.
Allah memanggil kita dengan panggilan yang mulia: "Yā ulī al-albāb" (wahai orang-orang yang berakal). Ini menunjukkan bahwa orang yang benar-benar berakal adalah mereka yang mampu membedakan antara yang baik dan yang buruk, lalu memilih yang baik meskipun sedikit. Akal yang sehat tidak akan tertipu oleh kemegahan dunia yang fana. Mari kita jadikan ayat ini sebagai renungan: setiap kali kita dihadapkan pada pilihan antara yang halal dan haram, antara yang baik dan buruk, maka pilihlah yang baik dan halal, karena itulah jalan menuju keberuntungan yang hakiki di dunia dan akhirat. Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang berakal dan beruntung. Aamiin.
📜 Ayat 98-102 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 100
Surat Al-Maidah Ayat 100 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya…Surat Ayat 100/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 98–102. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








