Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- لِيَفْتَدُوا بِهِ (liyaftadū bihī): untuk menebus diri mereka dengannya.
- مَا تُقُبِّلَ (mā tuqubbila): tidak akan diterima.
- عَذَابٌ أَلِيمٌ (ʿadhābun alīm): siksaan yang sangat menyakitkan.
Tafsir Ayat:
Sungguh, orang-orang yang kufur kepada Allah—mengingkari keesaan-Nya, menolak risalah para rasul, dan mendustakan hari pembalasan—mereka kelak di hari kiamat akan menyaksikan dahsyatnya azab yang menanti. Pada saat itulah mereka berangan-angan untuk menebus diri mereka dengan segala yang mereka miliki. Sekiranya mereka memiliki seluruh isi bumi berupa emas, perak, harta benda, dan kekayaan yang tak terhitung, bahkan ditambah lagi dengan yang semisalnya, lalu mereka persembahkan semuanya sebagai tebusan untuk melepaskan diri dari siksa hari kiamat, niscaya tebusan itu sama sekali tidak akan diterima dari mereka. Tidak ada satu pun yang dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah. Mereka tetap akan menerima siksaan yang pedih dan tak terperi.
Ayat ini menggambarkan betapa dahsyatnya penyesalan orang-orang kafir di akhirat kelak. Mereka rela memberikan seluruh kekayaan dunia yang berlipat ganda hanya untuk terbebas dari azab, namun semuanya sia-sia. Ini menunjukkan bahwa keselamatan di akhirat tidak bisa dibeli dengan harta, melainkan dengan iman dan amal saleh selama di dunia.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa besar kasih sayang Allah kepada kita di dunia ini. Allah telah membukakan pintu taubat seluas-luasnya, dan menerima amal saleh dari hamba-Nya selama masih hidup sebelum ajal menjemput. Kita tidak perlu menunggu sampai hari kiamat untuk menyesal, karena penyesalan saat itu sudah tidak berguna.
Mari kita manfaatkan kesempatan emas yang Allah berikan ini. Setiap helaan nafas adalah peluang untuk beriman, beramal saleh, dan mendekatkan diri kepada Allah. Jangan sampai kita termasuk golongan yang kelak menawarkan tebusan berupa seluruh isi bumi, namun tidak diterima. Sungguh, betapa ruginya mereka yang menyia-nyiakan waktu di dunia tanpa bekal iman dan ketakwaan.
Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima taubat. Selagi pintu taubat masih terbuka, marilah kita bersegera kembali kepada-Nya, memperbaiki diri, dan memperbanyak amal kebaikan. Karena sesungguhnya, kebahagiaan hakiki bukan terletak pada harta yang kita kumpulkan, melainkan pada keselamatan kita di akhirat kelak. Semoga Allah memudahkan kita semua untuk istiqamah di jalan-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 34-38 — Al-Maidah
Terjemah — Al-Maidah 36
Surat Al-Maidah Ayat 36 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Sesungguhnya orang-orang yang kafir sekiranya mereka mempunyai apa yang dibumi…Surat Ayat 36/120 — Al-Maidah المائدة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Maidah Dengarkan, Al-Maidah Terjemah, Al-Maidah mp3, Al-Maidah pdf. Ayat 34–38. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








