Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ : Orang-orang yang telah Kami berikan kitab (Taurat dan Injil), yaitu para ulama Yahudi dan Nasrani.
- يَعْرِفُونَهُ : Mereka mengenalnya (Nabi Muhammad ﷺ) dengan pengenalan yang sangat jelas dan pasti.
- خَسِرُوا أَنفُسَهُمْ : Mereka telah merugikan diri mereka sendiri, yakni menjerumuskan diri ke dalam kebinasaan dan kerugian yang besar.
Tafsir Ayat:
Wahai saudaraku seislam, renungkanlah kebesaran ayat ini! Allah ﷻ mengabarkan kepada kita bahwa para ulama Ahli Kitab—baik dari kalangan Yahudi yang diberi Taurat maupun Nasrani yang diberi Injil—mereka mengenal Nabi Muhammad ﷺ dengan pengenalan yang sangat sempurna dan meyakinkan, sebagaimana mereka mengenal anak-anak kandung mereka sendiri. Bahkan pengenalan mereka kepada beliau ﷺ lebih kuat daripada pengenalan mereka kepada anak-anak mereka sendiri, karena seorang ayah bisa saja ragu tentang anaknya, tetapi mereka tidak ragu sedikit pun tentang sifat-sifat dan ciri-ciri Nabi Muhammad ﷺ yang tertulis jelas dalam kitab suci mereka.
Mereka mengetahui bahwa beliau adalah rasul terakhir yang diutus, dengan segala sifat fisiknya, akhlaknya, tempat hijrahnya, dan umatnya. Semua itu tergambar jelas di hadapan mereka seperti mereka melihat anak-anak mereka sendiri yang tidak mungkin tertukar dengan anak orang lain.
Namun ironisnya, meskipun pengetahuan mereka begitu pasti, mereka tetap mengingkari dan tidak beriman kepada beliau ﷺ. Mengapa demikian? Karena mereka telah mengikuti hawa nafsu dan kepentingan duniawi. Mereka takut kehilangan kedudukan dan pengaruh di tengah masyarakat. Maka Allah ﷻ menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri—mereka menukar kenikmatan surga yang abadi dengan kesenangan dunia yang fana, dan mereka menjerumuskan diri ke dalam api neraka dengan kekufuran mereka.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita beberapa hal yang sangat berharga:
- Kejujuran ilmiah adalah kunci hidayah. Orang-orang yang jujur terhadap ilmu yang mereka miliki akan sampai kepada kebenaran. Sebaliknya, orang yang menyembunyikan kebenaran karena kepentingan dunia akan merugi di akhirat kelak.
- Ilmu tanpa amal adalah bencana. Mereka tahu kebenaran, tetapi tidak mau mengikutinya. Betapa banyak di antara kita yang mengetahui bahwa shalat itu wajib, bahwa zakat itu kewajiban, bahwa jauhi maksiat itu perintah Allah—tetapi kita lalai dan berpaling? Na'udzubillah, semoga kita tidak termasuk golongan yang merugi ini.
- Kebanggaan kita sebagai umat Islam. Kita patut bersyukur kepada Allah ﷻ yang telah membukakan hati kita untuk menerima kebenaran Islam, sementara banyak Ahli Kitab yang mengetahuinya tetapi menolaknya. Ini adalah nikmat yang sangat agung yang tidak ternilai harganya.
- Jadilah orang yang berilmu dan beramal. Jangan sampai kita memiliki ilmu yang banyak tetapi tidak mengamalkannya, karena itu akan menjadi bumerang bagi kita di hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Al-Qur'an akan menjadi hujjah (pembela) bagi orang yang mengamalkannya, tetapi menjadi musuh bagi orang yang meninggalkannya.
Semoga Allah ﷻ menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang berilmu, beramal, dan istiqamah di atas kebenaran. Aamiin.
📜 Ayat 18-22 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 20
Surat Al-An'am Ayat 20 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepadanya, mereka mengenalnya (Muhammad)…Surat Ayat 20/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 18–22. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








