Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Nuhītu (نُهِيتُ): Aku dilarang, yaitu dilarang oleh Allah melalui wahyu yang diturunkan kepadaku.
- Tad'ūna (تَدْعُونَ): Kalian seru/sembah, maksudnya kalian ibadahi.
- Min dūnillāh (مِن دُونِ اللَّهِ): Selain Allah, yaitu berhala-berhala dan sesembahan-sesembahan selain Allah.
- Ahwā'akum (أَهْوَاءَكُمْ): Keinginan-keinginan hawa nafsu kalian yang menyimpang dari kebenaran.
- Ḍalaltu (ضَلَلْتُ): Aku tersesat dari jalan yang lurus.
- Al-Muhtadīn (الْمُهْتَدِينَ): Orang-orang yang mendapat petunjuk ke jalan yang benar.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, sampaikanlah kepada orang-orang musyrik yang mengajakmu untuk menyembah berhala dan tuhan-tuhan selain Allah: "Sesungguhnya aku telah dilarang oleh Allah Yang Maha Esa untuk menyembah sesembahan-sesembahan yang kalian sembah selain Dia. Larangan ini bukanlah datang dari hawa nafsuku, melainkan wahyu yang jelas dari Rabbku."
Kemudian katakanlah pula kepada mereka: "Aku tidak akan pernah mengikuti keinginan-keinginan hawa nafsu kalian yang menyesatkan itu, baik dalam hal penyembahan berhala maupun dalam hal lainnya yang bertentangan dengan petunjuk Allah. Seandainya aku mengikuti hawa nafsu kalian, maka sungguh aku telah tersesat dari jalan yang lurus, dan aku tidak akan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk."
Ayat ini merupakan penegasan prinsip yang agung: bahwa seorang mukmin tidak boleh tunduk kepada tekanan dan keinginan manusia dalam perkara agama. Kebenaran hanya bersumber dari Allah semata, dan mengikuti hawa nafsu—siapa pun yang mengusulkannya—adalah kesesatan yang nyata.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, lihatlah betapa mulianya sikap Rasulullah ﷺ dalam ayat ini! Beliau berdiri teguh di atas kebenaran meskipun ditentang oleh kaumnya sendiri. Beliau tidak gentar, tidak goyah, dan tidak mau berkompromi dalam masalah akidah. Inilah teladan terbaik bagi kita: bahwa seorang muslim harus berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, tidak mudah terombang-ambing oleh arus hawa nafsu dan tekanan lingkungan.
Ketahuilah, kebahagiaan sejati tidak akan pernah diraih dengan mengikuti keinginan hawa nafsu yang sesat. Justru ketenangan hati, ketenteraman jiwa, dan kesuksesan hakiki hanya akan diperoleh ketika kita berserah diri kepada Allah, mengikuti petunjuk-Nya, dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Maka jadilah hamba yang teguh di atas tauhid, niscaya Allah akan menunjuki langkah-langkahmu menuju surga-Nya yang penuh kenikmatan abadi.
📜 Ayat 54-58 — Al-An'am
Terjemah — Al-An'am 56
Surat Al-An'am Ayat 56 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Sesungguhnya aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kamu sembah selain…Surat Ayat 56/165 — Al-An'am الأنعام (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-An'am Dengarkan, Al-An'am Terjemah, Al-An'am mp3, Al-An'am pdf. Ayat 54–58. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








