Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- سَاءَ (sā'a): Sangat buruk, atau sejelek-jeleknya. Ini adalah kata yang menunjukkan celaan dan kecaman.
- مَثَلًا (matsalan): Perumpamaan, gambaran, atau keadaan yang dijadikan contoh.
- كَذَّبُوا (kadzdzabū): Mereka mendustakan, mengingkari, dan menolak dengan keras.
- بِآيَاتِنَا (bi-āyātinā): Dengan tanda-tanda, bukti-bukti, dan dalil-dalil Kami (Allah) yang jelas dan nyata.
- يَظْلِمُونَ (yazhlimūn): Mereka berbuat zalim, yaitu meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya, dan di sini maksudnya adalah menzalimi diri mereka sendiri.
Tafsir Ayat:
Alangkah buruk dan hinanya gambaran kaum yang mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah, bukti-bukti kebenaran, dan ayat-ayat-Nya yang telah sampai kepada mereka dengan jelas. Mereka menolak kebenaran itu, padahal mereka mengetahui bahwa itu adalah kebenaran dari Rabb mereka. Dengan sikap ingkar dan sombong itu, sebenarnya mereka tidak merugikan Allah sedikit pun, tetapi justru mereka sedang menzalimi diri mereka sendiri. Mereka menjerumuskan diri ke dalam jurang kehancuran dan kebinasaan, karena setiap penolakan terhadap kebenaran akan berbuah penyesalan yang panjang di dunia maupun di akhirat.
Mereka mengumpulkan dua keburukan sekaligus: pertama, mendustakan ayat-ayat Allah yang seharusnya mereka imani dan syukuri; kedua, menzalimi diri sendiri dengan memilih jalan kesesatan padahal jalan petunjuk telah terbentang jelas di hadapan mereka. Ini adalah peringatan keras dari Allah agar kita tidak termasuk golongan yang celaka ini.
Renungan dan Nasihat:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini adalah cermin bagi kita semua. Betapa banyak di antara kita yang telah menerima nikmat iman, membaca Al-Qur'an, mendengar nasihat, dan menyaksikan kebesaran Allah di alam semesta, namun masih enggan untuk taat dan tunduk kepada-Nya. Padahal setiap ayat yang kita baca, setiap tanda kebesaran Allah yang kita saksikan, adalah undangan kasih sayang dari-Nya agar kita selamat.
Jangan biarkan diri kita menjadi seperti kaum yang dicela dalam ayat ini. Mari kita jadikan setiap ayat Al-Qur'an sebagai petunjuk yang kita patuhi, bukan sekadar bacaan yang kita lantunkan tanpa makna. Ingatlah, Allah tidak membutuhkan keimanan kita, tetapi kitalah yang sangat membutuhkan rahmat dan ampunan-Nya. Setiap kali kita berbuat maksiat atau meninggalkan perintah-Nya, sesungguhnya kita sedang menzalimi diri sendiri, menyakiti jiwa kita, dan menjauhkan diri dari kebahagiaan hakiki.
Marilah kita berlindung kepada Allah dari sifat sombong dan ingkar, dan berdoalah agar Allah senantiasa membukakan hati kita untuk menerima kebenaran dengan lapang dada. Karena sebaik-baiknya manusia adalah yang paling cepat kembali kepada Tuhannya ketika diingatkan, dan seburuk-buruknya manusia adalah yang terus-menerus menolak kebenaran padahal ia mengetahuinya. Semoga Allah menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang senantiasa bersyukur, beriman, dan tidak menzalimi diri sendiri. Aamiin.
📜 Ayat 175-179 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 177
Surat Ayat 177/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 175–179. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








