Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ : Berpaling dan meninggalkan mereka.
- أَبْلَغْتُكُمْ : Telah menyampaikan dengan sempurna.
- رِسَالَاتِ رَبِّي : Misi-misi dakwah yang diperintahkan oleh Tuhanku.
- نَصَحْتُ لَكُمْ : Memberi nasihat yang tulus demi kebaikan kalian.
- آسَىٰ : Bersedih hati dan berduka.
Tafsir Ayat:
Setelah azab Allah benar-benar menimpa kaumnya, Nabi Syu'aib 'alaihissalam berpaling meninggalkan mereka. Beliau tidak lagi berharap akan keimanan mereka, karena mereka telah memilih kekufuran dan kehancuran. Namun dengan jiwa yang mulia dan penuh kasih sayang, beliau tetap mengucapkan kata-kata perpisahan yang sarat hikmah: *"Wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan kepada kalian seluruh risalah Tuhanku dengan sempurna, dan aku telah menasihati kalian dengan sebaik-baik nasihat."*
Beliau menegaskan bahwa dirinya telah menunaikan amanah dakwah tanpa cela — tidak ada satu pun pesan Allah yang disembunyikan, dan tidak ada satu pun nasihat yang ditahan. Beliau telah berjuang siang dan malam, dengan lemah lembut dan ketegasan, mengajak mereka kepada tauhid, keadilan, dan meninggalkan kecurangan. Namun mereka menolak, mendustakan, dan bahkan mengancam akan mengusirnya.
Kemudian beliau mengakhiri dengan pertanyaan retoris yang menunjukkan ketegaran hati seorang nabi yang bertawakal: *"Maka bagaimana mungkin aku bersedih hati terhadap kaum yang kafir?"* Maksudnya: setelah aku menunaikan kewajiban dakwah dengan maksimal, dan mereka tetap memilih kekufuran serta mendustakan para rasul, maka tidak ada lagi tempat untuk kesedihan yang berlebihan. Karena kesedihan itu hanya pantas bagi mereka yang masih memiliki harapan akan hidayah, sedangkan kaum ini telah menutup pintu hidayah untuk diri mereka sendiri.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita sebuah prinsip agung dalam berdakwah: kewajiban kita hanyalah menyampaikan dengan jujur dan menasihati dengan ikhlas, sedangkan hasil sepenuhnya milik Allah. Janganlah kita berputus asa atau larut dalam kesedihan ketika manusia menolak kebenaran, selama kita telah berusaha maksimal.
Namun di sisi lain, ayat ini juga menunjukkan betapa besarnya kasih sayang para nabi kepada umatnya. Syu'aib tidak pernah berhenti menasihati, bahkan di saat-saat terakhir sebelum azab turun, lisannya masih mengucapkan kata "ya qaum" (wahai kaumku) — panggilan yang penuh kelembutan, bukan kebencian. Inilah akhlak dakwah yang agung: tegas dalam prinsip, namun lembut dalam penyampaian.
Renungkanlah, wahai saudaraku! Betapa beruntungnya kita yang masih diberi kesempatan untuk menerima hidayah. Jangan sia-siakan nikmat iman ini dengan berpaling dari kebenaran. Dan jadikanlah kisah ini sebagai pelajaran bahwa kesombongan dan keengganan menerima nasihat hanya akan membawa penyesalan yang tiada berguna. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang mendengar nasihat lalu mengikutinya dengan baik. Aamiin.
📜 Ayat 91-95 — Al-A'raf
Terjemah — Al-A'raf 93
Surat Ayat 93/206 — Al-A'raf الأعراف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'raf Dengarkan, Al-A'raf Terjemah, Al-A'raf mp3, Al-A'raf pdf. Ayat 91–95. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








