Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- عَصَوْنِي (Ashauni): Mereka mendurhakai dan menentang seruanku.
- اتَّبَعُوا (Ittaba'u): Mereka mengikuti dan menaati.
- مَن لَّمْ يَزِدْهُ (Man lam yazidhu): Orang-orang yang tidak menambah baginya.
- مَالُهُ وَوَلَدُهُ (Maluhu wa waladuhu): Harta kekayaan dan anak keturunannya.
- خَسَارًا (Khasara): Kerugian, kebinasaan, dan kesesatan.
Tafsir Lengkap:
Nabi Nuh 'alaihissalam mengadukan keadaan kaumnya kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan penuh kesedihan dan kepasrahan. Beliau berkata: "Wahai Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakai seruanku dan menentang perintah-Mu. Mereka tidak mau mendengarkan dakwahku yang mengajak mereka kepada tauhid dan meninggalkan penyembahan berhala."
Yang lebih menyedihkan lagi, orang-orang lemah dan miskin dari kalangan mereka justru mengikuti para pemimpin dan pembesar mereka yang sombong. Padahal, harta kekayaan yang melimpah dan anak keturunan yang banyak yang telah Allah berikan kepada para pemimpin itu tidak menjadikan mereka bersyukur dan bertambah dekat kepada Allah. Sebaliknya, nikmat-nikmat tersebut justru menjerumuskan mereka semakin dalam ke dalam kesesatan, keangkuhan, dan kebinasaan. Mereka mengira bahwa kekayaan dan keturunan adalah bukti kebenaran mereka, sehingga mereka semakin sombong dan menolak kebenaran yang dibawa oleh Nabi Nuh.
Sungguh, ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Harta dan anak adalah ujian dari Allah, bukan jaminan kemuliaan di sisi-Nya. Betapa banyak orang yang diberikan kekayaan melimpah dan keturunan yang banyak, namun semua itu justru menjadi sebab kehancurannya di dunia dan azab yang pedih di akhirat. Sebaliknya, betapa banyak orang yang hidup sederhana namun hatinya dipenuhi keimanan dan ketakwaan, sehingga ia meraih kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat.
Oleh karena itu, wahai saudaraku seiman, janganlah sekali-kali kita tertipu oleh gemerlapnya dunia. Jadikanlah harta dan anak sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan sebagai penghalang yang menjauhkan kita dari rahmat-Nya. Bersyukurlah atas setiap nikmat yang diberikan, dan gunakanlah segala yang kita miliki untuk ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Karena sesungguhnya, keberuntungan yang sejati adalah ketika kita mampu menjaga iman dan istiqamah di jalan Allah, sebagaimana para nabi dan orang-orang saleh terdahulu telah memberikan teladan terbaik bagi kita.
📜 Ayat 19-23 — Nuh
Terjemah — Nuh 21
Surat Nuh Ayat 21 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Nuh berkata: "Ya Tuhanku, sesungguhnya mereka telah mendurhakaiku dan telah…Surat Ayat 21/28 — Nuh نوح (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Nuh Dengarkan, Nuh Terjemah, Nuh mp3, Nuh pdf. Ayat 19–23. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








