Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Kadzdzaba (كَذَّبَ): Mendustakan, yaitu menolak kebenaran Al-Qur'an dan risalah yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.
- Tawallā (تَوَلَّى): Berpaling dan berpaling diri dari keimanan, tidak mau menerima petunjuk.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan keadaan orang-orang kafir yang telah sampai kepada puncak kebinasaan. Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala menyebutkan bahwa manusia yang beruntung adalah yang beriman dan mendirikan shalat, kini Allah menyebutkan kebalikannya: orang yang celaka adalah yang mendustakan kebenaran dan berpaling dari keimanan.
Mereka tidak hanya sekadar menolak, tetapi mereka mendustakan Al-Qur'an yang merupakan mukjizat terbesar dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Mereka menolak kebenaran yang jelas, padahal hati mereka sebenarnya mengetahui bahwa itu benar, namun kesombongan dan keangkuhan menghalangi mereka untuk tunduk. Setelah mendustakan, mereka pun berpaling — mereka tidak mau mendengar nasihat, tidak mau merenungkan ayat-ayat Allah, dan bahkan mereka berjalan dengan langkah yang sombong dan angkuh di muka bumi.
Sungguh, inilah gambaran orang yang telah menutup pintu hidayah bagi dirinya sendiri. Mereka lebih memilih kesesatan daripada petunjuk, dan lebih memilih kebinasaan daripada keselamatan. Maka Allah mengancam mereka dengan kecelakaan yang berlipat ganda, sebagai balasan yang setimpal atas keengganan mereka menerima kebenaran.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita betapa berharganya nikmat iman. Ketika Allah membukakan pintu hidayah kepada seseorang, maka hendaknya ia segera menyambutnya dengan penuh kerendahan hati. Jangan sampai kita termasuk golongan yang mendustakan dan berpaling, karena akibatnya sangatlah fatal.
Sebaliknya, jadilah hamba yang bersegera beriman, bersegera melaksanakan shalat, dan bersegera kembali kepada Allah dalam setiap keadaan. Sesungguhnya kebahagiaan sejati tidak terletak pada kemewahan dunia atau kedudukan yang tinggi, melainkan pada ketundukan hati kepada Allah dan keistiqamahan dalam menjalankan perintah-Nya.
Marilah kita jadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk hidup kita, dan jangan pernah berpaling darinya, karena di dalamnya terdapat cahaya yang akan menerangi jalan kita menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meneguhkan hati kita di atas iman dan Islam. Aamiin.
📜 Ayat 30-34 — Al-Qiyamah
Terjemah — Al-Qiyamah 32
Surat Al-Qiyamah Ayat 32 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : tetapi ia mendustakan (Rasul) dam berpaling (dari kebenaran),Surat Ayat 32/40 — Al-Qiyamah القيامة (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Qiyamah Dengarkan, Al-Qiyamah Terjemah, Al-Qiyamah mp3, Al-Qiyamah pdf. Ayat 30–34. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








