Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- وَمَا وَسَقَ: "Ma" di sini bermakna "maa" mashdariyyah (kata sambung yang menjadikan kalimat setelahnya bermakna masdar) atau bisa juga bermakna "alladzi" (yang). Adapun "wasaqa" berarti mengumpulkan dan menghimpun. Maka maknanya: demi malam dan segala sesuatu yang dikumpulkan oleh malam, yaitu makhluk-makhluk yang bertebaran di siang hari lalu kembali ke tempat tinggalnya, bersembunyi, dan tenang ketika malam tiba.
Tafsir Ayat:
Allah Ta'ala bersumpah dengan malam dan segala sesuatu yang dikumpulkan serta dihimpun olehnya. Ketika malam datang, seluruh makhluk yang bertebaran di siang hari—baik manusia, hewan, burung, serangga, maupun makhluk-makhluk lainnya—kembali ke tempat masing-masing, berlindung, dan berdiam diri. Malam mengumpulkan mereka semua dalam ketenangan dan keheningan, seakan-akan alam semesta ini menarik napas panjang setelah lelah beraktivitas di siang hari.
Sumpah ini menunjukkan kebesaran Allah dalam mengatur alam semesta. Bayangkanlah betapa agungnya kekuasaan-Nya: siang dan malam silih berganti dengan keteraturan yang sempurna, dan setiap makhluk memiliki naluri untuk kembali ke tempatnya ketika malam tiba. Ini adalah bukti nyata bahwa alam semesta ini tidak berjalan dengan sendirinya, melainkan diatur oleh Zat Yang Maha Bijaksana lagi Maha Kuasa.
Allah bersumpah dengan hal-hal yang agung ini untuk menegaskan kebenaran berita yang akan disampaikan setelahnya, yaitu bahwa manusia pasti akan melalui tahapan-tahapan kehidupan yang beragam: dari setetes air mani menjadi segumpal darah, lalu menjadi segumpal daging, kemudian ditiupkan ruh ke dalamnya, lalu lahir ke dunia, kemudian hidup, lalu mati, kemudian dibangkitkan kembali dari kubur untuk dihisab dan diberi balasan. Semua itu adalah kepastian yang tidak perlu diragukan lagi.
Perhatikanlah bahwa malam yang mengumpulkan makhluk-makhluk di bumi ini adalah gambaran dari kekuasaan Allah yang juga akan mengumpulkan seluruh manusia di Padang Mahsyar kelak. Sebagaimana malam menghimpun semua yang bertebaran, demikian pula Allah akan menghimpun seluruh umat manusia dari sejak zaman Adam hingga akhir zaman untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatan mereka.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak keindahan ciptaan Allah ini. Ketika malam tiba dan semua makhluk kembali ke tempatnya, ingatlah bahwa suatu saat nanti kita semua akan dikumpulkan di hadapan Allah. Malam yang tenang ini adalah pengingat yang lembut agar kita tidak lalai dari tujuan hidup kita. Jangan biarkan kesibukan dunia melalaikan kita dari persiapan untuk hari pertemuan dengan Allah. Jadikanlah malam-malam kita sebagai waktu untuk bermunajat, merenung, dan memperbaiki diri. Sesungguhnya Allah yang mengatur pergantian malam dan siang ini adalah Allah yang Maha Mendengar doa-doa hamba-Nya dan Maha Mengetahui segala isi hati. Mari kita songsong hari perjumpaan dengan-Nya dengan bekal iman dan amal saleh, agar kita termasuk golongan yang beruntung.
📜 Ayat 15-19 — Al-Insyiqaq
Terjemah — Al-Insyiqaq 17
Surat Al-Insyiqaq Ayat 17 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : dan dengan malam dan apa yang diselubunginya,Surat Ayat 17/25 — Al-Insyiqaq الإنشقاق (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Insyiqaq Dengarkan, Al-Insyiqaq Terjemah, Al-Insyiqaq mp3, Al-Insyiqaq pdf. Ayat 15–19. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








