Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ: Menyebut dan mengingat nama Tuhannya dengan hati dan lisan, baik berupa tasbih, tahmid, tahlil, maupun doa.
- فَصَلَّى: Maka ia melaksanakan shalat, baik yang wajib maupun yang sunah, dengan memenuhi syarat dan rukunnya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini melanjutkan gambaran tentang orang-orang yang beruntung dan bahagia. Setelah Allah menyebutkan bahwa keberuntungan itu diraih oleh orang yang menyucikan jiwanya dari akhlak yang buruk, maka di ayat ini Allah menyebutkan amalan berikutnya yang menjadi kunci kesuksesan tersebut, yaitu dzikir dan shalat.
Orang yang beruntung itu adalah dia yang senantiasa menyebut dan mengingat nama Tuhannya. Ia mengesakan Allah dalam ibadah, tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Lisannya basah dengan dzikir, hatinya terpaut kepada Allah, dan ia senantiasa berdoa serta memohon kepada-Nya. Kemudian, sebagai wujud nyata dari keimanan dan ketaatannya, ia pun menegakkan shalat dengan sempurna—menunaikan shalat fardhu di awal waktunya dengan memenuhi syarat, rukun, dan khusyuk, serta memperbanyak shalat sunah sebagai tambahan kebaikan baginya.
Dzikir dan shalat adalah dua amalan yang saling melengkapi. Dzikir adalah ucapan lisan dan hati, sedangkan shalat adalah amalan badan yang di dalamnya terkandung dzikir, doa, dan penghambaan diri secara total kepada Allah. Barangsiapa menggabungkan keduanya dengan ikhlas, maka sungguh ia telah menempuh jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana Allah mengaitkan kesucian jiwa dengan dzikir dan shalat. Ini menunjukkan bahwa kebersihan hati tidak akan sempurna tanpa adanya hubungan yang kuat dengan Allah. Shalat adalah tiang agama dan cahaya kehidupan seorang mukmin. Ia adalah sarana komunikasi langsung antara hamba dengan Rabb-nya. Maka, janganlah kita pernah meremehkan shalat, karena ia adalah amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat.
Marilah kita biasakan lisan kita berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan—ketika berdiri, duduk, maupun berbaring. Sesungguhnya dzikir itu menenangkan hati dan menghidupkan jiwa. Dan ketika kita menunaikan shalat, hayatilah setiap bacaan dan gerakannya, karena di situlah kita sedang berdiri menghadap Allah dengan penuh kerendahan diri.
Ingatlah, kebahagiaan sejati bukan terletak pada banyaknya harta atau tingginya pangkat, melainkan pada hati yang bersih, lisan yang berdzikir, dan shalat yang khusyuk. Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung, yang disebut nama-Nya di lisan kita dan shalat menjadi penyejuk mata kita. Aamiin.
📜 Ayat 13-17 — Al-A'la
Terjemah — Al-A'la 15
Surat Ayat 15/19 — Al-A'la الأعلى (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-A'la Dengarkan, Al-A'la Terjemah, Al-A'la mp3, Al-A'la pdf. Ayat 13–17. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








