Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- فَأَلْهَمَهَا (fa-alhamahā): Memberikan ilham, pemahaman, dan petunjuk ke dalam jiwa.
- فُجُورَهَا (fujūrahā): Keburukan, kemaksiatan, dan segala perbuatan dosa.
- تَقْوَاهَا (taqwāhā): Ketakwaan, kebaikan, dan kepatuhan kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala bersumpah dengan berbagai ciptaan-Nya yang agung, dan di antara yang disebutkan adalah jiwa manusia serta kesempurnaan penciptaannya. Pada ayat yang mulia ini, Allah memberitahukan bahwa Dia memberikan ilham kepada setiap jiwa untuk mengetahui dua jalan yang berlawanan: jalan keburukan (fujūr) dan jalan ketakwaan (taqwā). Artinya, Allah telah menanamkan dalam fitrah manusia kemampuan untuk membedakan antara yang baik dan yang buruk, antara kebenaran dan kebatilan. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah yang begitu besar kepada hamba-Nya, karena Dia tidak membiarkan manusia berjalan dalam kebingungan tanpa petunjuk.
Allah memberikan kepada setiap jiwa kekuatan dan kemampuan untuk memilih salah satu dari dua jalan tersebut. Manusia diciptakan dengan akal, hati nurani, dan fitrah yang bersih, sehingga ia mampu mengenali mana yang membawa kebaikan dan mana yang membawa kehancuran. Ini adalah anugerah yang sangat berharga, sekaligus ujian dari Allah. Dengan adanya ilham ini, manusia tidak memiliki alasan untuk berbuat maksiat, karena Allah telah menunjukkan jalan yang benar dan jalan yang salah dengan jelas.
Ayat ini juga mengajarkan bahwa ketakwaan bukanlah sesuatu yang mustahil untuk dicapai, karena Allah sendiri yang telah mengilhamkan dan memudahkan jalannya. Demikian pula, keburukan bukanlah sesuatu yang dipaksakan kepada manusia, melainkan pilihan yang ia ambil dengan kehendaknya sendiri setelah mengetahui akibatnya. Maka, setiap jiwa akan dimintai pertanggungjawaban atas pilihan yang diambilnya.
Sentuhan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa agungnya kasih sayang Allah kepada kita! Dia tidak membiarkan kita berjalan sendirian dalam kegelapan, melainkan Dia menyalakan lentera fitrah di dalam hati setiap manusia. Allah telah memberikan kemampuan kepada kita untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Ini adalah modal yang sangat besar untuk meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Maka, janganlah kita sia-siakan anugerah yang mulia ini. Gunakanlah akal dan hati nurani yang Allah berikan untuk selalu memilih jalan ketakwaan. Setiap kali kita dihadapkan pada pilihan, ingatlah bahwa Allah telah mengilhamkan kepada kita mana yang benar dan mana yang salah. Berbahagialah orang yang mensucikan jiwanya dengan ketaatan, dan merugilah orang yang mengotori jiwanya dengan kemaksiatan.
Mari kita jadikan ayat ini sebagai pengingat bahwa kita semua memiliki potensi untuk menjadi hamba yang bertakwa. Allah tidak akan membebani seseorang melampaui kemampuannya, dan Dia telah memberikan kemampuan kepada kita untuk memilih kebaikan. Maka, bersemangatlah dalam ketaatan, dan jauhilah segala bentuk kemaksiatan, karena Allah selalu bersama orang-orang yang bertakwa dan berbuat baik.
📜 Ayat 6-10 — Asy-Syams
Terjemah — Asy-Syams 8
Surat Asy-Syams Ayat 8 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.Surat Ayat 8/15 — Asy-Syams الشمس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Asy-Syams Dengarkan, Asy-Syams Terjemah, Asy-Syams mp3, Asy-Syams pdf. Ayat 6–10. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








