Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata yang Perlu Dijelaskan:
- جَاوَزْنَا (Jāwaznā): Kami seberangkan atau Kami lewatkan.
- بَغْيًا (Baghyan): Karena kezaliman dan kesombongan.
- عَدْوًا ('Adwan): Melampaui batas atau permusuhan.
- أَدْرَكَهُ الْغَرَقُ (Adrakahul-gharaq): Hampir saja ia ditenggelamkan oleh air laut, atau saat tanda-tanda kematian telah datang menjemputnya.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menceritakan salah satu peristiwa besar dalam sejarah perjuangan Nabi Musa 'alaihissalam. Setelah melalui perjalanan panjang dan penuh ujian, Allah dengan kekuasaan-Nya yang Maha Agung membelah lautan untuk Bani Israil, lalu mereka menyeberang dengan selamat sampai ke seberang. Namun, Fir'aun yang sombong dan angkuh tidak mau tinggal diam. Bersama bala tentaranya, ia mengejar mereka dengan niat jahat dan penuh permusuhan, bukan karena membela kebenaran, melainkan karena kezaliman dan kesombongan yang membutakan hatinya.
Mereka pun memasuki jalan yang sama—jalan yang terbentang di dasar laut itu. Namun, ketika Bani Israil telah benar-benar sampai di seberang dengan selamat, Allah Subhanahu wa Ta'ala menutup kembali lautan itu. Air pun kembali mengalir dan menenggelamkan Fir'aun beserta pasukannya. Saat maut sudah di depan mata, saat gelombang air mulai menenggelamkannya dan ia tidak lagi memiliki daya dan upaya, barulah Fir'aun beriman. Ia berkata, "Aku beriman bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Tuhan yang diimani oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (muslim)."
Namun, sungguh sangat disayangkan, keimanan yang dipaksakan oleh keadaan ini tidak lagi diterima oleh Allah. Keimanan yang lahir setelah datangnya azab, bukan karena kesadaran dan petunjuk, tidaklah bermanfaat. Fir'aun telah melewati seluruh hidupnya dalam kekufuran dan kezaliman, dan ketika ia baru beriman di saat sakaratul maut, Allah menolaknya. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua: jangan pernah menunda-nunda keimanan dan ketaatan, karena kita tidak pernah tahu kapan ajal akan menjemput.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, kisah ini mengandung pelajaran yang sangat dalam bagi kita. Pertama, Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Dia yang membelah lautan untuk hamba-hamba-Nya yang beriman, dan Dia pula yang menenggelamkan orang-orang yang zalim. Kedua, janganlah kita menjadi seperti Fir'aun yang baru mengingat Allah ketika ditimpa musibah. Mari kita senantiasa beriman dan beramal saleh dalam keadaan lapang maupun sempit, karena keimanan yang lahir dari kesadaran dan kecintaan kepada Allah jauh lebih berharga daripada keimanan yang lahir karena keterpaksaan.
Ketiga, Allah Maha Penyayang dan Maha Penerima taubat bagi hamba-hamba-Nya yang bertobat sebelum datangnya kematian. Jangan pernah menunda-nunda untuk kembali kepada Allah. Setiap detik yang kita lalui adalah kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Semoga kita semua termasuk hamba-hamba-Nya yang beriman dengan tulus dan istiqamah di jalan-Nya, serta dijauhkan dari sifat sombong dan zalim yang menjadi ciri khas Fir'aun. Aamiin.
📜 Ayat 88-92 — Yunus
Terjemah — Yunus 90
Surat Yunus Ayat 90 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti…Surat Ayat 90/109 — Yunus يونس (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yunus Dengarkan, Yunus Terjemah, Yunus mp3, Yunus pdf. Ayat 88–92. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








