Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Ummatan wāḥidah: Satu umat, satu golongan, satu agama.
- Mukhtalifīn: Berbeda-beda, berselisih, tidak sepakat.
Tafsir Ayat:
Wahai Rasulullah, sungguh jika Allah menghendaki, niscaya Dia akan menjadikan seluruh manusia sebagai satu umat yang bersatu di atas satu agama, yaitu agama Islam. Namun, Allah tidak menghendaki hal itu, karena hal tersebut bertentangan dengan hikmah dan kehendak-Nya yang telah ditetapkan. Maka dari itu, manusia senantiasa akan tetap berbeda-beda dalam hal keyakinan dan agama; ada yang beriman dan ada yang kafir, ada yang mengikuti kebenaran dan ada yang berpaling darinya. Perbedaan ini terjadi bukan karena kehendak Allah yang memaksa, melainkan karena pilihan manusia itu sendiri yang mengikuti hawa nafsu dan kedengkian. Allah menciptakan manusia dengan akal dan kebebasan memilih, sehingga perbedaan adalah sunnatullah yang berlangsung hingga hari kiamat.
Perbedaan ini bukanlah sesuatu yang sia-sia, melainkan ujian dari Allah untuk menguji siapa di antara hamba-Nya yang paling baik amalnya. Di tengah perbedaan yang ada, Allah mengutus para rasul untuk menyampaikan kebenaran, dan manusia diberikan petunjuk serta akal untuk membedakan yang hak dan yang batil. Maka, janganlah engkau bersedih wahai Nabi, karena perbedaan ini adalah ketetapan Allah yang penuh hikmah. Tugasmu hanyalah menyampaikan risalah, sementara hidayah sepenuhnya di tangan Allah.
Hikmah dan Pelajaran:
Saudaraku kaum muslimin, ayat ini mengajarkan kita sebuah hakikat yang agung: bahwa perbedaan di antara manusia adalah kehendak Allah yang mengandung hikmah yang dalam. Allah tidak memaksa seluruh manusia untuk beriman, karena iman yang lahir dari paksaan bukanlah iman yang sejati. Justru dengan adanya perbedaan, nilai ketaatan dan keikhlasan seorang hamba menjadi teruji. Maka, janganlah kita bersedih atau putus asa ketika melihat banyak manusia yang belum menerima kebenaran. Tugas kita hanyalah berdakwah dengan hikmah dan teladan yang baik, menyeru kepada kebaikan dengan penuh kasih sayang, dan menyerahkan hasilnya kepada Allah.
Ingatlah bahwa Allah Maha Kuasa untuk menjadikan semua manusia beriman dalam sekejap, namun Dia memilih untuk membiarkan perbedaan itu terjadi agar tampak siapa yang benar-benar mencari kebenaran dengan ikhlas, dan siapa yang berpaling karena kesombongan. Maka, marilah kita menjadi hamba-hamba yang bersyukur atas nikmat Islam, berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah, serta senantiasa berdoa agar Allah menetapkan hati kita di atas kebenaran hingga akhir hayat. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui atas segala sesuatu yang Dia kehendaki.
📜 Ayat 116-120 — Hud
Terjemah — Hud 118
Surat Hud Ayat 118 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Jikalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu,…Surat Ayat 118/123 — Hud هود (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Hud Dengarkan, Hud Terjemah, Hud mp3, Hud pdf. Ayat 116–120. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








