Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ: Sangat sering menyuruh kepada keburukan dan kemaksiatan, karena kecenderungannya terhadap syahwat dan kelezatan duniawi.
- إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي: Kecuali jiwa yang telah diberi rahmat dan penjagaan (ʿiṣmah) oleh Allah dari dorongan hawa nafsu yang menyesatkan.
- أُبَرِّئُ: Menyucikan dan membersihkan diri dari segala cela dan kesalahan.
Tafsir Ayat:
Wanita Al-Aziz (Zulaikha) melanjutkan pengakuannya dengan penuh kejujuran dan ketundukan, seraya berkata: "Aku tidak akan menyucikan dan membersihkan diriku sendiri dari kesalahan, karena aku tidak ingin memuji diri di hadapan Allah. Sesungguhnya tabiat jiwa manusia itu sangat kuat dorongannya untuk berbuat keburukan dan kejahatan, karena ia condong kepada syahwat dan sulit menahan diri darinya. Jiwa selalu membisikkan keinginan-keinginan buruk dan mendorong pemiliknya untuk menuruti hawa nafsu, kecuali jiwa yang telah Allah berikan rahmat dan penjagaan khusus, sehingga ia selamat dari dorongan tersebut. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang — Dia mengampuni dosa hamba-hamba-Nya yang bertobat dan merahmati mereka dengan kasih sayang yang tiada tara."
Ayat ini mengandung pelajaran yang sangat dalam: bahwa manusia tidak boleh berbangga diri dengan kesucian jiwanya, karena kesucian itu semata-mata anugerah dari Allah. Sebaliknya, manusia hendaknya senantiasa merasa khawatir terhadap kelemahan dirinya, dan berlindung kepada Allah dari keburukan jiwanya. Ini adalah puncak kejujuran seorang hamba di hadapan Rabb-nya.
Renungan dan Pelajaran Berharga:
Sungguh indah pengakuan jujur ini! Jika seorang wanita yang mulia dan terhormat di zamannya mengakui kelemahan jiwanya dan tidak menyucikan dirinya sendiri, maka betapa besar kebutuhan kita semua untuk selalu memohon perlindungan Allah dari bisikan jiwa yang menyesatkan. Jangan pernah merasa aman dari tipu daya hawa nafsu, karena ia adalah musuh yang bersemayam di dalam diri kita sendiri.
Namun, di balik itu semua, ada kabar gembira yang sangat menenangkan: pintu ampunan dan rahmat Allah selalu terbuka lebar bagi siapa saja yang bertobat dan kembali kepada-Nya. Allah tidak pernah bosan mengampuni hamba-Nya yang bersalah, selama ia tulus memohon ampunan. Maka jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, dan jangan pula merasa bangga dengan amal kita, karena keselamatan itu hanyalah milik Allah — Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki dengan rahmat-Nya.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba yang dijaga jiwa-nya, diampuni dosa-dosanya, dan dirahmati dalam setiap langkah kehidupan kita. Aamiin.
📜 Ayat 51-55 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 53
Surat Yusuf Ayat 53 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu…Surat Ayat 53/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 51–55. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








