Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- خَزَائِنِ (khazā'in): gudang-gudang penyimpanan, tempat menyimpan harta dan bahan makanan.
- الْأَرْضِ (al-ardh): negeri Mesir pada masa itu, yaitu wilayah kekuasaan raja.
- حَفِيظٌ (hafīzh): penjaga yang amanah, pandai memelihara dan mengurus dengan baik.
- عَلِيمٌ ('alīm): berilmu luas, mengetahui seluk-beluk pengelolaan dan cara-cara yang tepat.
Tafsir Ayat:
Setelah Allah Subhanahu wa Ta'ala mempertemukan kembali Nabi Yusuf 'alaihissalam dengan keluarganya dan mengangkat derajatnya di sisi raja Mesir, beliau pun memanfaatkan kedudukan tersebut bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan untuk kemaslahatan umat. Dengan penuh keyakinan dan keikhlasan, Yusuf berkata kepada raja: *"Jadikanlah aku sebagai bendahara negeri ini, pengelola gudang-gudang penyimpanan harta dan bahan makanan di seluruh wilayah kekuasaanmu. Sesungguhnya aku adalah penjaga yang amanah, pandai memelihara apa yang dipercayakan kepadaku, dan aku memiliki ilmu serta pengetahuan yang luas tentang cara mengelola, menyimpan, dan mendistribusikannya dengan bijaksana."*
Permintaan ini bukanlah ambisi duniawi atau keinginan untuk mengumpulkan kekuasaan demi kepentingan diri sendiri. Justru sebaliknya, ini adalah bentuk kepedulian dan rasa kasih sayang yang mendalam terhadap rakyat. Yusuf mengetahui bahwa negeri itu akan menghadapi masa-masa sulit—tujuh tahun subur yang diikuti tujuh tahun paceklik—sebagaimana yang telah ia takwilkan dari mimpi raja. Maka ia ingin memastikan bahwa persediaan pangan dikelola dengan sebaik-baiknya agar seluruh rakyat dapat selamat melewati masa krisis tersebut. Inilah akhlak mulia seorang hamba Allah yang shalih: jabatan baginya adalah amanah, bukan kehormatan; dan kekuasaan baginya adalah sarana untuk menegakkan keadilan dan memberi manfaat, bukan untuk menumpuk harta atau meninggikan diri.
Renungan dan Pelajaran:
Sungguh indah teladan yang diajarkan Nabi Yusuf 'alaihissalam dalam ayat ini. Beliau tidak malu atau ragu untuk menawarkan kemampuan dan keahliannya demi kebaikan umat. Ini mengajarkan kita bahwa seorang muslim yang memiliki kompetensi di bidang tertentu hendaknya berani tampil dan berkontribusi untuk kemaslahatan masyarakat, selama niatnya ikhlas karena Allah. Jabatan dan kedudukan dalam Islam bukanlah tujuan, melainkan alat untuk berbuat kebaikan. Ketika seseorang diberikan amanah, ia harus menjaganya dengan sifat *hafīzh* (amanah dan teliti) serta *'alīm* (berilmu dan cakap). Kombinasi antara kejujuran dan keahlian inilah yang akan membawa keberkahan bagi suatu negeri. Marilah kita meneladani semangat Yusuf yang mulia ini—mengisi setiap peran yang kita emban dengan keikhlasan, kejujuran, dan kecakapan, agar Allah meridhai setiap langkah kita dan menjadikan kita hamba yang bermanfaat bagi sesama.
📜 Ayat 53-57 — Yusuf
Terjemah — Yusuf 55
Surat Yusuf Ayat 55 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Berkata Yusuf: "Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah…Surat Ayat 55/111 — Yusuf يوسف (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Yusuf Dengarkan, Yusuf Terjemah, Yusuf mp3, Yusuf pdf. Ayat 53–57. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








