Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- يَسْتَحِبُّونَ (Yastahibbūna): lebih memilih dan mengutamakan.
- يَصُدُّونَ (Yashuddūna): menghalangi dan mencegah.
- يَبْغُونَهَا عِوَجًا (Yabghūnahā 'iwajan): menginginkan jalan Allah itu menjadi bengkok, menyimpang, dan tidak lurus.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini menggambarkan dengan jelas ciri-ciri orang-orang yang berpaling dari petunjuk Allah dan tidak beriman kepada-Nya serta tidak mengikuti para rasul-Nya. Mereka adalah golongan yang lebih mencintai dan mengutamakan kehidupan dunia yang fana dan sementara ini dibandingkan dengan kehidupan akhirat yang kekal dan abadi. Mereka mengambil kesenangan dunia yang segera berlalu, seraya meremehkan urusan akhirat yang merupakan tempat kembali yang sesungguhnya.
Selain itu, mereka juga berusaha menghalang-halangi manusia dari jalan Allah, yaitu agama Islam yang lurus. Mereka tidak cukup dengan kekufuran diri mereka sendiri, bahkan mereka berupaya keras mencegah orang lain untuk beriman dan mengikuti kebenaran. Lebih parah lagi, mereka menginginkan jalan Allah itu menjadi bengkok dan menyimpang dari kebenaran, agar sesuai dengan hawa nafsu dan keinginan mereka yang rusak. Mereka berusaha menampilkan kebenaran sebagai kebatilan dan kebatilan sebagai kebenaran, sehingga manusia tidak akan menempuh jalan yang lurus itu.
Orang-orang yang memiliki sifat-sifat buruk seperti ini, sungguh mereka berada dalam kesesatan yang sangat jauh dari kebenaran dan dari segala sebab petunjuk. Kesesatan mereka begitu dalam dan sulit sekali untuk keluar darinya, karena mereka telah tenggelam dalam kemaksiatan dan keingkaran.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku seislam, ayat ini adalah peringatan yang sangat tegas bagi kita semua. Betapa bahayanya jika hati lebih tertambat pada gemerlap dunia yang fana, hingga melupakan kampung akhirat yang kekal. Dunia ini hanyalah persinggahan sementara, sedangkan akhirat adalah tempat tinggal yang abadi. Maka jadikanlah akhirat sebagai tujuan utama kita, dan jadikanlah dunia sebagai ladang untuk menuai bekal di sana.
Dan ingatlah, jangan pernah menjadi penghalang bagi orang lain untuk mengenal Islam dan kebaikan. Sebaliknya, jadilah sebab bagi hidayah orang lain. Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya, dan sebaik-baik amal adalah menunjukkan kebaikan kepada orang lain. Mari kita jauhi sifat-sifat yang disebutkan dalam ayat ini, dan semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menjaga hati kita di atas jalan yang lurus, menjauhkan kita dari kesesatan yang jauh, dan mengumpulkan kita bersama orang-orang yang beriman di surga-Nya yang penuh kenikmatan. Aamiin.
📜 Ayat 1-5 — Ibrahim
Terjemah — Ibrahim 3
Surat Ayat 3/52 — Ibrahim إبراهيم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Ibrahim Dengarkan, Ibrahim Terjemah, Ibrahim mp3, Ibrahim pdf. Ayat 1–5. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








