Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ: penduduk negeri yang memiliki pepohonan yang rimbun dan lebat. Mereka adalah kaum Nabi Syu'aib 'alaihissalam.
- لَظَالِمِينَ: benar-benar orang-orang yang zalim, yaitu zalim terhadap diri mereka sendiri disebabkan kekufuran dan kedurhakaan mereka.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabarkan tentang kaum Nabi Syu'aib 'alaihissalam yang dikenal dengan sebutan "Ash-habul Aikah" (penduduk negeri yang dipenuhi pepohonan rindang). Mereka adalah kaum yang telah diberikan nikmat berupa tanah yang subur, kebun-kebun yang hijau, dan kehidupan yang makmur. Namun, alih-alih bersyukur kepada Allah atas segala karunia tersebut, mereka justru berlaku zalim dengan cara yang sangat keterlaluan.
Kezaliman mereka bukan hanya sekadar kesalahan kecil, melainkan kezaliman yang paling besar, yaitu kufur kepada Allah Ta'ala dan mendustakan Rasul-Nya yang mulia, Nabi Syu'aib 'alaihissalam. Mereka menolak ajaran tauhid, berlaku curang dalam takaran dan timbangan, serta merusak akhlak dan tatanan masyarakat yang telah dibangun di atas kejujuran dan keadilan.
Mereka zalim kepada diri mereka sendiri karena dengan kekufuran dan kedurhakaan itu, mereka telah menjerumuskan diri mereka ke dalam kebinasaan dan murka Allah. Padahal Allah telah memberikan mereka segala kenikmatan dan kemudahan, namun mereka membalasnya dengan kekufuran dan kesombongan. Akhirnya, Allah menimpakan kepada mereka azab yang pedih berupa suara yang menggelegar (rajfah) dan azab pada hari naungan awan panas (yaumuzh zhullah) yang membinasakan mereka semua.
Ayat ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Betapa banyak manusia yang diberikan Allah kenikmatan melimpah, namun justru lupa diri dan berlaku zalim. Padahal setiap kezaliman, sekecil apa pun, akan kembali kepada pelakunya sendiri. Kezaliman kepada Allah, kepada sesama manusia, dan kepada diri sendiri adalah pangkal dari segala kehancuran.
Saudaraku, marilah kita jadikan kisah ini sebagai cermin. Jangan sampai kita termasuk golongan orang-orang yang zalim, yang diberikan nikmat tetapi kufur, yang diberikan petunjuk tetapi berpaling. Sesungguhnya Allah Maha Melihat segala perbuatan kita, dan tidak ada satu pun yang luput dari pengawasan-Nya. Mari kita senantiasa bersyukur, beriman, dan beramal saleh agar kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selamat di dunia dan akhirat.
📜 Ayat 76-80 — Al-Hijr
Terjemah — Al-Hijr 78
Surat Al-Hijr Ayat 78 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan sesungguhnya adalah penduduk Aikah itu benar-benar kaum yang zalim,Surat Ayat 78/99 — Al-Hijr الحجر (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Hijr Dengarkan, Al-Hijr Terjemah, Al-Hijr mp3, Al-Hijr pdf. Ayat 76–80. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








