Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Al-Adzqān (الأذقان): jamak dari *dzakan*, yaitu bagian bawah wajah (dagu) yang merupakan pertemuan dua tulang rahang. Maksudnya di sini adalah mereka tersungkur dengan wajah mereka menyentuh tanah.
- Yakhirrūn (يخرّون): mereka jatuh tersungkur dengan cepat dan tiba-tiba, menunjukkan betapa dalamnya rasa kagum dan takut mereka kepada Allah.
Tafsir Ayat:
Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada orang-orang yang mendustakan Al-Qur'an: "Berimanlah kalian kepada Al-Qur'an ini atau tidak beriman, itu tidak akan menambah atau mengurangi keagungannya sedikit pun. Al-Qur'an tetap mulia dan terjaga, sedangkan keimanan kalian hanyalah untuk kebaikan diri kalian sendiri, dan kekufuran kalian hanyalah akan menjadi sebab kebinasaan kalian."
Sungguh, orang-orang yang telah diberikan ilmu pengetahuan yang benar —yaitu para ulama dari kalangan Ahli Kitab yang telah membaca kitab-kitab suci sebelumnya seperti Taurat dan Injil, dan mereka mengenali tanda-tanda kenabian serta hakikat wahyu yang sebenarnya— ketika Al-Qur'an ini dibacakan kepada mereka, mereka segera tersungkur bersujud dengan wajah mereka menyentuh tanah. Mereka melakukan itu sebagai bentuk pengagungan kepada Allah, rasa syukur karena telah menyaksikan kebenaran yang mereka nantikan, dan sebagai bukti bahwa hati mereka telah terbuka menerima cahaya Al-Qur'an.
Ini adalah pelajaran berharga bagi kita semua. Al-Qur'an adalah kitab yang hidup, ia tidak membutuhkan pengakuan siapa pun untuk tetap mulia. Namun, alangkah beruntungnya orang-orang yang hatinya lunak dan tunduk saat mendengar ayat-ayat Allah. Mereka yang berilmu dengan benar tidak akan sombong untuk bersujud kepada Allah, justru ilmu yang bermanfaat semakin menundukkan mereka di hadapan kebesaran Sang Pencipta.
Renungan dan Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana para ulama Ahli Kitab yang jujur dan ikhlas, ketika mereka mendengar Al-Qur'an, mereka langsung tersungkur sujud. Mereka tidak ragu, tidak menunda, dan tidak merasa gengsi. Ini mengajarkan kita bahwa ilmu yang benar akan selalu membawa pemiliknya kepada ketundukan dan kerendahan hati di hadapan Allah.
Maka, mari kita jadikan Al-Qur'an sebagai cahaya kehidupan kita. Setiap kali kita mendengar ayat-ayat-Nya dibacakan, biarkan hati kita bergetar, air mata mengalir karena takut dan cinta kepada Allah. Jangan biarkan kesombongan dan keengganan menghalangi kita untuk tunduk kepada kebenaran. Karena sesungguhnya, kebahagiaan sejati bukan terletak pada pengakuan manusia, melainkan pada ketenangan hati yang bersujud kepada Rabb semesta alam.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan hamba-hamba-Nya yang berilmu, yang hatinya selalu lunak menerima kebenaran, dan yang bersegera sujud kepada-Nya dalam keadaan khusyuk dan penuh harap. Aamiin.
📜 Ayat 105-109 — Al-Isra
Terjemah — Al-Isra 107
Surat Al-Isra Ayat 107 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja…Surat Ayat 107/111 — Al-Isra الإسراء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Isra Dengarkan, Al-Isra Terjemah, Al-Isra mp3, Al-Isra pdf. Ayat 105–109. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








