Terjemah — Tafsir
Makna Kata:
- Ātīhi: datang kepada-Nya (Allah Subhanahu wa Ta'ala).
- Fardā: seorang diri, sendirian, tanpa ditemani siapa pun.
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa seluruh makhluk, baik yang mengaku memiliki anak maupun yang menyembah selain Allah, pada hari kiamat nanti akan datang menghadap kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala seorang diri. Mereka datang tanpa harta benda, tanpa keluarga, tanpa anak, tanpa kerabat, dan tanpa penolong yang mendampingi mereka. Setiap jiwa akan berdiri sendiri di hadapan Rabb-nya, mempertanggungjawabkan segala amal perbuatannya.
Tidak ada satu pun yang dapat menemani atau memberikan pertolongan pada saat itu. Kekayaan yang dahulu dibanggakan, anak keturunan yang menjadi kebanggaan, serta segala sesuatu yang mereka andalkan di dunia, semuanya lenyap dan tidak mampu memberikan manfaat sedikit pun. Manusia datang dalam keadaan telanjang, tanpa alas kaki, dan tanpa khitan, sebagaimana pertama kali ia diciptakan.
Ayat ini merupakan peringatan yang sangat tegas bagi mereka yang membanggakan anak dan harta, serta menganggap bahwa hal-hal tersebut dapat menyelamatkan mereka dari azab Allah. Pada hakikatnya, semua itu hanyalah titipan dunia yang akan ditinggalkan, dan setiap jiwa akan mempertanggungjawabkan amalnya sendiri-sendiri di hadapan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Adil.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan sejenak hakikat kehidupan ini. Kita sering kali sibuk mengumpulkan harta, membesarkan anak, dan membangun segala sesuatu di dunia ini. Namun, ingatlah bahwa suatu saat nanti kita semua akan menghadap Allah seorang diri. Tidak ada harta yang menemani, tidak ada anak yang membela, dan tidak ada jabatan yang menolong.
Oleh karena itu, jadikanlah kehidupan dunia ini sebagai ladang amal untuk bekal menghadap Allah. Perbanyaklah amal saleh, perbaiki hubungan dengan Allah dan sesama manusia, serta tanamkan dalam hati bahwa segala sesuatu selain Allah adalah fana. Sungguh beruntung orang yang mempersiapkan diri menghadapi hari perjumpaan dengan Rabb-nya dengan bekal iman dan takwa. Dan sungguh merugi orang yang melalaikan hal ini, karena ia akan datang menghadap Allah dalam keadaan kosong dari amal kebaikan.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa membimbing kita untuk mempersiapkan diri menghadapi hari yang pasti datang tersebut, dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang beruntung. Aamiin.
📜 Ayat 93-97 — Maryam
Terjemah — Maryam 95
Surat Maryam Ayat 95 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat…Surat Ayat 95/98 — Maryam مريم (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Maryam Dengarkan, Maryam Terjemah, Maryam mp3, Maryam pdf. Ayat 93–97. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








