Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Maradhun (مَرَضٌ): Ragu-ragu, was-was, dan kemunafikan yang bersarang di dalam hati.
- Fazādahumullāhu maradhā (فَزَادَهُمُ اللَّهُ مَرَضًا): Maka Allah menambah mereka keraguan dan penyakit hati sebagai hukuman atas kesesatan mereka.
- ʿAdzābun alīm (عَذَابٌ أَلِيمٌ): Siksa yang sangat menyakitkan dan pedih.
- Bimā kānū yakdzibūn (بِمَا كَانُوا يَكْذِبُونَ): Disebabkan oleh kebohongan mereka kepada Allah dan manusia, serta pendustaan mereka terhadap kebenaran.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini mengungkapkan kondisi batin orang-orang munafik yang menyimpan penyakit dalam hati mereka. Penyakit yang dimaksud bukanlah penyakit fisik, melainkan penyakit spiritual berupa keraguan, kebimbangan, dan kemunafikan terhadap kebenaran Islam. Mereka mengaku beriman dengan lisan, tetapi hati mereka dipenuhi oleh kebencian, kedengkian, dan penolakan terhadap petunjuk Allah.
Ketika mereka berpaling dari kebenaran dan terus-menerus dalam kemunafikan, Allah Subhanahu wa Ta'ala menambah penyakit mereka semakin parah. Ini merupakan hukuman yang setimpal atas perbuatan mereka. Sebagaimana mereka memilih kesesatan, maka Allah pun membiarkan mereka semakin jauh dari petunjuk dan semakin dalam dalam keraguan. Ini adalah sunnatullah (hukum alam yang ditetapkan Allah) bahwa siapa yang berpaling dari kebenaran, maka hatinya akan semakin keras dan semakin jauh dari kebaikan.
Mereka juga diancam dengan azab yang sangat pedih di akhirat kelak, berupa siksa neraka yang paling bawah, sebagai balasan atas kebohongan mereka. Mereka berdusta kepada Allah dengan mengaku beriman padahal tidak, berdusta kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan berdusta kepada sesama manusia dengan menyebarkan keraguan dan fitnah. Kebohongan mereka ini menjadi sebab utama mereka mendapatkan siksa yang kekal dan menyakitkan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, ayat ini mengajarkan kita betapa bahayanya penyakit hati. Hati yang bersih adalah kunci kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa menjaga hati kita dari sifat-sifat tercela seperti dusta, iri, dengki, dan munafik. Perbanyaklah berdoa kepada Allah agar diberikan hati yang bersih dan istiqamah di atas kebenaran.
Janganlah sekali-kali kita meremehkan dosa kebohongan, karena kebohongan adalah ciri kemunafikan dan dapat mengantarkan pelakunya kepada kehancuran. Sebaliknya, biasakanlah diri kita untuk selalu jujur dalam perkataan dan perbuatan, karena kejujuran adalah jalan menuju kebaikan dan surga.
Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melindungi kita semua dari penyakit hati dan menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang jujur dan istiqamah di atas petunjuk-Nya. Aamiin.
📜 Ayat 8-12 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 10
Surat Al-Baqarah Ayat 10 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; dan…Surat Ayat 10/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 8–12. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








