Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- Jahratan (جَهْرَةً): Secara terang-terangan, dengan mata kepala sendiri, tidak ada penghalang.
- Ash-Shā'iqah (الصَّاعِقَةُ): Petir yang menyambar atau azab berupa suara keras yang mematikan, juga bisa berarti kematian itu sendiri.
Tafsir Ayat:
Wahai Bani Israil, ingatlah ketika nenek moyang kalian berkata dengan penuh keberanian dan kesombongan kepada Nabi Musa 'alaihissalam: "Wahai Musa, kami tidak akan pernah percaya kepadamu dan tidak akan membenarkan bahwa apa yang engkau sampaikan itu benar-benar firman Allah, sampai kami melihat Allah secara langsung dan terang-terangan dengan mata kepala kami sendiri, tanpa ada penghalang apa pun."
Permintaan yang mustahil dan melampaui batas ini menunjukkan betapa keras kepala dan angkuhnya mereka. Padahal mereka telah menyaksikan berbagai mukjizat yang luar biasa, seperti terbelahnya laut, turunnya manna dan salwa, serta gunung yang diangkat di atas kepala mereka. Namun hati mereka tetap membatu dan tidak mau tunduk kepada kebenaran.
Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala pun murka atas kejahatan dan kelancangan mereka. Seketika itu juga datanglah petir yang menyambar dengan suara menggelegar dan api yang membakar, sehingga mereka semua mati seketika. Yang lebih mengerikan lagi, mereka mati dalam keadaan saling melihat satu sama lain — sebagian dari mereka menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana azab itu menimpa saudara-saudara mereka. Ini adalah pelajaran yang sangat dahsyat bagi siapa pun yang berani menentang perintah Allah dan mempertanyakan kekuasaan-Nya dengan cara yang tidak sopan.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku, ayat ini mengajarkan kita sebuah pelajaran yang sangat berharga. Betapa bahayanya sikap sombong dan merasa paling benar di hadapan Allah. Mereka meminta sesuatu yang bukan hak mereka untuk meminta, dan Allah pun menunjukkan kekuasaan-Nya dengan cara yang sangat tegas.
Sebagai seorang muslim, kita harus bersyukur karena Allah telah memberikan kita akal dan hidayah untuk beriman kepada hal-hal gaib tanpa harus melihat-Nya secara langsung. Iman kita kepada Allah adalah iman yang lahir dari keyakinan yang kokoh, bukan dari tuntutan yang mustahil. Allah Maha Suci dari segala bentuk keterbatasan, dan Dia tidak dapat dilihat dengan mata kepala di dunia ini.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pengingat untuk senantiasa rendah hati di hadapan Allah, memperbanyak istighfar, dan tidak menuntut hal-hal yang di luar batas kemampuan kita sebagai hamba. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan bertakwa. Janganlah kita menjadi seperti Bani Israil yang keras kepala, karena azab Allah itu sangat pedih bagi mereka yang membangkang. Sebaliknya, jadilah hamba yang patuh dan berserah diri, niscaya Allah akan mencurahkan rahmat dan kasih sayang-Nya kepada kita di dunia dan di akhirat.
📜 Ayat 53-57 — Al-Baqarah
Terjemah — Al-Baqarah 55
Surat Al-Baqarah Ayat 55 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak akan…Surat Ayat 55/286 — Al-Baqarah البقرة (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Baqarah Dengarkan, Al-Baqarah Terjemah, Al-Baqarah mp3, Al-Baqarah pdf. Ayat 53–57. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








