Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Sulit:
- أَجِئْتَنَا (ajiktanā): Apakah engkau datang kepada kami.
- لِتُخْرِجَنَا (litukhrijanā): Untuk mengusir kami atau mengeluarkan kami.
- مِنْ أَرْضِنَا (min arḍinā): Dari negeri kami, yaitu Mesir.
- بِسِحْرِكَ (bisiḥrika): Dengan sihirmu.
Tafsir Ayat:
Dalam ayat yang mulia ini, Allah Subhanahu wa Ta'ala mengabadikan perkataan Fir'aun yang penuh kesombongan dan keangkuhan ketika menghadapi Nabi Musa 'alaihis salam. Fir'aun berkata dengan nada mengejek dan menantang: "Apakah engkau datang kepada kami, wahai Musa, untuk mengeluarkan kami dari negeri kami, yaitu Mesir, dengan sihir yang engkau bawa ini?"
Fir'aun menuduh mukjizat Nabi Musa sebagai sihir belaka, padahal ia mengetahui kebenarannya, namun kesombongan dan kecongkakan telah membutakan hatinya. Ia khawatir kekuasaannya akan runtuh dan pengaruhnya di kalangan rakyat Mesir akan hilang jika mereka beriman kepada Musa. Maka ia pun menuduh Musa dengan tuduhan yang keji ini, seakan-akan Musa datang untuk merebut kekuasaan dan mengusir mereka dari tanah air mereka.
Perkataan Fir'aun ini menunjukkan betapa dangkalnya pemahamannya, karena ia mengira bahwa agama dan keimanan itu hanya soal kekuasaan duniawi. Ia tidak memahami bahwa risalah Musa adalah ajakan kepada tauhid dan ibadah kepada Allah semata, bukan untuk memperebutkan kerajaan atau harta benda.
Renungan dan Pelajaran:
Saudaraku yang dirahmati Allah, perhatikanlah bagaimana tipu daya para penguasa zalim sepanjang sejarah selalu sama. Mereka menuduh para nabi dan orang-orang saleh dengan tuduhan yang tidak berdasar, hanya untuk mempertahankan kekuasaan dan kepentingan pribadi mereka. Namun Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa menolong hamba-hamba-Nya yang beriman dan berjuang di jalan-Nya.
Kisah ini mengajarkan kita untuk tidak gentar menghadapi celaan dan tuduhan orang-orang yang zalim. Selama kita berada di atas kebenaran, yakinlah bahwa Allah bersama kita. Sebagaimana Allah memenangkan Musa atas Fir'aun, demikian pula Allah akan memenangkan hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan sabar dalam memperjuangkan agama-Nya.
Marilah kita jadikan kisah ini sebagai pelajaran berharga, bahwa kebatilan pasti akan hancur meskipun ia memiliki kekuatan dan kekuasaan yang besar. Dan kebenaran pasti akan menang meskipun awalnya tampak lemah dan sedikit pengikutnya. Semoga Allah meneguhkan hati kita di atas kebenaran dan menjauhkan kita dari sifat sombong dan angkuh seperti Fir'aun. Aamiin.
📜 Ayat 55-59 — Taha
Terjemah — Taha 57
Surat Taha Ayat 57 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Berkata Fir'aun: "Adakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami…Surat Ayat 57/135 — Taha طه (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Taha Dengarkan, Taha Terjemah, Taha mp3, Taha pdf. Ayat 55–59. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








