Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- وَاقْتَرَبَ الْوَعْدُ الْحَقُّ: Janji yang benar (hari kiamat) telah semakin dekat.
- شَاخِصَةٌ: Terbuka lebar dan tidak berkedip karena sangat takut.
- يَا وَيْلَنَا: Seruan celaka dan kecelakaan bagi diri mereka sendiri.
- غَفْلَةٍ: Kelalaian dan kelengahan.
- ظَالِمِينَ: Orang-orang yang menzalimi diri sendiri dengan kekufuran dan kemaksiatan.
Tafsir Lengkap:
Wahai saudaraku yang dirahmati Allah, renungkanlah firman Allah yang agung ini! Ketika hari kiamat semakin dekat dan janji Allah yang benar itu hampir tiba, maka terjadilah peristiwa yang sangat dahsyat. Saat itulah terbuka tabir dan tampak segala kehancuran alam semesta. Pada saat itu, mata orang-orang kafir terbuka lebar-lebar, tidak berkedip, pandangan mereka kosong dan membeku karena ketakutan yang luar biasa. Mereka tidak mampu berkedip atau mengalihkan pandangan, sebab apa yang mereka saksikan jauh lebih mengerikan daripada apa pun yang pernah mereka bayangkan.
Di tengah kepanikan dan penyesalan yang tak terperi, mereka berteriak dengan penuh kesedihan: "Ya wailana! Celakalah kami! Sungguh, dahulu kami di dunia dalam kelalaian yang sangat dalam. Kami tidak mempersiapkan diri untuk hari yang agung ini. Kami sibuk dengan kesenangan dunia, tenggelam dalam kelalaian, dan tidak pernah mengingat hari perhitungan ini."
Namun kemudian mereka menyadari bahwa kelalaian itu bukanlah alasan yang bisa diterima. Maka mereka pun mengakui dengan jujur: "Bahkan kami adalah orang-orang yang zalim." Mereka mengakui bahwa mereka telah menzalimi diri mereka sendiri dengan menempatkan ibadah bukan pada tempatnya, dengan menyembah selain Allah, dan dengan melakukan kemaksiatan. Mereka tidak bisa menyalahkan siapa pun kecuali diri mereka sendiri.
Saudaraku yang dikasihi Allah, ayat ini adalah peringatan yang sangat berharga bagi kita semua. Betapa banyak di antara kita yang hari ini lalai, sibuk dengan urusan dunia, dan melupakan akhirat? Mari kita jadikan ayat ini sebagai cambuk untuk membangunkan hati kita dari tidur panjang kelalaian. Jangan sampai kita termasuk orang-orang yang nanti akan menyesal dan berteriak "Ya wailana" ketika penyesalan itu sudah tidak berguna lagi.
Marilah kita manfaatkan kesempatan hidup yang Allah berikan ini untuk beribadah kepada-Nya, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan diri menghadapi hari pertemuan dengan Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang, pintu taubat masih terbuka selama nyawa masih di badan. Jangan tunggu sampai matahari terbit dari barat, jangan tunggu sampai hari penyesalan itu tiba. Karena sesungguhnya hari ini kita masih bisa berubah, masih bisa bertobat, dan masih bisa meraih kebahagiaan abadi di surga-Nya.
📜 Ayat 95-99 — Al-Anbiya
Terjemah — Al-Anbiya 97
Surat Al-Anbiya Ayat 97 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan telah dekatlah kedatangan janji yang benar (hari berbangkit), maka…Surat Ayat 97/112 — Al-Anbiya الأنبياء (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Anbiya Dengarkan, Al-Anbiya Terjemah, Al-Anbiya mp3, Al-Anbiya pdf. Ayat 95–99. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








