Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata Penting:
- Yad'u artinya menyembah dan berdoa dengan penuh penghambaan diri.
- Ilāhan ākhar artinya sesembahan lain selain Allah.
- Lā burhāna lahu bihī artinya tidak memiliki bukti, dalil, atau hujjah yang jelas atas kebenaran penyembahannya itu.
- Ḥisābuhu artinya perhitungan dan pembalasan amal perbuatannya.
- Lā yufliḥ artinya tidak akan beruntung, tidak akan meraih keberhasilan dan keselamatan.
Tafsir Lengkap:
Ayat yang mulia ini menegaskan sebuah perkara yang sangat prinsipil dalam akidah Islam, yaitu kemurnian tauhid dan larangan keras dari perbuatan syirik. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman bahwa barangsiapa yang menyembah sesembahan lain di samping Allah—baik itu berhala, patung, matahari, bulan, kuburan, jin, atau siapa pun juga—tanpa memiliki bukti dan dalil yang sah atas kebenaran penyembahannya itu, maka sesungguhnya perhitungan amalnya ada di sisi Tuhannya.
Perhatikanlah, saudaraku! Allah menyebutkan bahwa setiap orang yang menyembah selain Allah itu *tidak memiliki bukti* atas perbuatannya. Ini adalah kenyataan yang tidak bisa dibantah. Karena itu, penyembahan kepada selain Allah hanyalah kebatilan murni yang bersumber dari hawa nafsu, warisan nenek moyang yang keliru, atau tipu daya setan. Tidak ada satu pun dalil dari akal yang sehat, fitrah yang lurus, maupun wahyu yang benar yang membenarkan perbuatan syirik tersebut.
Kemudian Allah mengancam bahwa perhitungan dan pembalasan atas perbuatan syirik itu akan dilakukan oleh Allah sendiri di sisi-Nya pada hari kiamat kelak. Dia-lah yang akan membalas setiap orang sesuai dengan kadar kezaliman dan kesyirikannya. Sungguh, tidak ada yang lebih adil daripada Allah dalam memberikan balasan. Dan balasan bagi orang-orang yang berbuat syirik adalah azab yang pedih.
Di akhir ayat, Allah menutup dengan sebuah kepastian yang tegas: *"Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung."* Mereka tidak akan meraih apa yang mereka cita-citakan, tidak akan selamat dari apa yang mereka takutkan, dan tidak akan sukses dalam segala usaha mereka. Betapa ruginya mereka yang telah bersusah payah di dunia namun di akhirat menjadi penghuni neraka yang kekal di dalamnya.
Saudaraku yang dirahmati Allah, marilah kita renungkan bersama. Betapa agungnya nikmat Islam yang telah Allah berikan kepada kita. Kita telah dibebaskan dari belenggu kesyirikan dan diberikan petunjuk untuk mengenal Allah Yang Maha Esa, Yang Maha Kuasa, dan Maha Segala-galanya. Tidak ada satu pun makhluk yang pantas disembah selain Dia.
Oleh karena itu, jagalah kemurnian tauhid kita. Jauhkanlah diri kita, keluarga kita, dan orang-orang yang kita cintai dari segala bentuk kesyirikan, baik yang besar maupun yang kecil. Perbanyaklah doa dengan ikhlas hanya kepada Allah, karena Dialah satu-satunya yang Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan doa. Sungguh, kebahagiaan hakiki di dunia dan akhirat hanya akan diraih oleh orang-orang yang bertauhid dan beramal saleh. Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala senantiasa meneguhkan hati kita di atas Islam dan sunnah hingga akhir hayat kita. Aamiin.
📜 Ayat 115-118 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 117
Surat Al-Mu'minun Ayat 117 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan barangsiapa menyembah tuhan yang lain di samping Allah, padahal…Surat Ayat 117/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 115–118. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








