Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- مَا اتَّخَذَ اللَّهُ مِنْ وَلَدٍ: Allah tidak menjadikan bagi diri-Nya seorang anak.
- وَمَا كَانَ مَعَهُ مِنْ إِلَٰهٍ: tidak ada sesembahan (tuhan) lain yang menyertai-Nya.
- لَذَهَبَ كُلُّ إِلَٰهٍ بِمَا خَلَقَ: niscaya setiap tuhan akan membawa pergi apa yang telah ia ciptakan (khusus untuk dirinya sendiri).
- وَلَعَلَا بَعْضُهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ: dan sebagian dari mereka akan mengalahkan sebagian yang lain (saling mengungguli).
- سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ: Maha Suci Allah dari apa yang mereka sifatkan (tentang Allah).
Tafsir Ayat:
Allah Subhanahu wa Ta'ala menegaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa Dia sama sekali tidak memiliki anak, sebagaimana yang dipersangkakan oleh orang-orang kafir dan musyrik. Allah juga tidak memiliki sekutu atau sesembahan lain yang menyertai-Nya dalam ketuhanan dan kekuasaan-Nya.
Andai saja benar ada tuhan-tuhan lain di samping Allah, maka setiap tuhan tentu akan membawa pergi ciptaan-ciptaannya sendiri dan tidak akan rela jika ciptaan itu dinisbatkan kepada yang lain. Masing-masing akan mengklaim kekuasaan secara eksklusif. Akibatnya, akan terjadi persaingan, permusuhan, dan saling mengalahkan di antara mereka, sebagaimana layaknya para penguasa dunia yang saling berebut kekuasaan. Jika demikian, maka alam semesta ini akan hancur berantakan dan kacau balau.
Namun kenyataannya, alam semesta ini berjalan dengan teratur, rapi, dan harmonis. Matahari, bulan, bintang, siang, malam, serta seluruh makhluk hidup berjalan sesuai dengan ketentuan yang tetap. Ini adalah bukti nyata bahwa pengatur alam semesta ini hanyalah satu, yaitu Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya.
Maka Maha Suci Allah dari segala apa yang mereka tuduhkan dan sifatkan, baik berupa anggapan memiliki anak maupun sekutu. Allah Maha Tinggi dan Maha Suci dari segala hal yang tidak layak bagi keagungan dan kesempurnaan-Nya.
Hikmah dan Pelajaran:
Ayat ini mengajak kita untuk merenungkan kebesaran Allah melalui keteraturan alam semesta. Ketika kita melihat langit yang terhampar indah, bumi yang terbentang luas, dan seluruh makhluk yang hidup dengan tertib, maka hati kita akan semakin yakin bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Keyakinan ini akan menumbuhkan rasa cinta dan takut hanya kepada Allah, serta menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan.
Ayat ini juga mengingatkan kita untuk senantiasa menjaga kemurnian akidah tauhid. Jangan pernah sedikit pun menyekutukan Allah, baik dalam ibadah, doa, maupun keyakinan. Karena kesyirikan adalah dosa terbesar yang tidak akan diampuni oleh Allah jika pelakunya mati dalam keadaan tersebut.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai penguat iman kita. Setiap kali kita melihat keindahan alam, ingatlah bahwa semua ini adalah bukti keesaan Allah. Dan setiap kali kita merasa ragu, kembalilah kepada Al-Qur'an, niscaya kita akan menemukan jawaban yang menenangkan hati. Semoga Allah senantiasa menjaga kita dalam tauhid yang murni dan menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan. Aamiin.
📜 Ayat 89-93 — Al-Mu'minun
Terjemah — Al-Mu'minun 91
Surat Al-Mu'minun Ayat 91 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Allah sekali-kali tidak mempunyai anak, dan sekali-kali tidak ada tuhan…Surat Ayat 91/118 — Al-Mu'minun المؤمنون (Makkiyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: Al-Mu'minun Dengarkan, Al-Mu'minun Terjemah, Al-Mu'minun mp3, Al-Mu'minun pdf. Ayat 89–93. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








