Terjemah — Tafsir
Makna Kata-Kata:
- وَلَوْلَا: Mengapa tidak / seharusnya.
- إِذْ سَمِعْتُمُوهُ: Ketika kalian mendengarnya (berita bohong tentang Aisyah radhiyallahu 'anha).
- مَا يَكُونُ لَنَا: Tidak pantas bagi kami / tidak sepatutnya bagi kami.
- سُبْحَانَكَ: Maha Suci Engkau (ya Allah) — di sini bermakna ungkapan keheranan dan pensucian Allah dari segala keburukan.
- بُهْتَانٌ عَظِيمٌ: Kebohongan besar yang sangat keji dan berat dosanya.
Tafsir Ayat:
Ayat yang mulia ini merupakan teguran lembut namun tegas dari Allah Subhanahu wa Ta'ala kepada orang-orang mukmin yang sempat terlibat dalam pembicaraan tentang berita bohong (haditsul ifki) yang menimpa Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu 'anha. Allah mengingatkan: "Mengapa ketika kalian mendengar berita dusta yang sangat keji ini, kalian tidak segera berkata, 'Tidak pantas bagi kami untuk membicarakan hal ini. Maha Suci Engkau ya Rabb, ini adalah kebohongan yang sangat besar!'"
Seharusnya seorang mukmin yang benar-benar beriman kepada Allah dan hari akhir, ketika mendengar suatu berita buruk tentang saudaranya, terutama tentang kehormatan istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, langsung menolaknya dengan tegas dan tidak ikut menyebarkannya. Sikap yang benar adalah berprasangka baik, menutup diri dari pembicaraan yang tidak bermanfaat, dan mengembalikan urusan tersebut kepada Allah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu.
Ayat ini mengajarkan kepada kita sebuah adab yang sangat agung dalam kehidupan bermasyarakat: jangan mudah percaya pada berita-berita negatif, jangan ikut menyebarkan gosip, dan jangan berbicara tanpa ilmu. Karena lisan ini adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah kelak.
Pesan Dakwah:
Saudaraku yang dirahmati Allah, betapa indahnya ajaran Islam ini! Allah mendidik kita untuk menjaga lisan dan kehormatan sesama. Ketika kita mendengar sesuatu yang buruk tentang orang lain, hendaknya kita segera beristighfar dan berkata, "Maha Suci Engkau ya Allah, ini adalah kebohongan yang besar." Sikap ini akan menyelamatkan kita dari dosa besar dan menjaga hati kita tetap bersih dari prasangka buruk.
Marilah kita jadikan ayat ini sebagai pelajaran berharga dalam kehidupan sehari-hari. Jangan pernah menjadi bagian dari orang-orang yang menyebarkan berita bohong, karena Allah sangat membenci perbuatan tersebut. Sebaliknya, jadilah pribadi yang membawa kebaikan, menutup aib sesama, dan selalu berprasangka baik. Dengan demikian, kita akan meraih ketenangan hati, keberkahan hidup, dan kecintaan Allah serta Rasul-Nya. Semoga Allah menjaga lisan kita dari segala perkataan yang buruk dan menjadikan kita hamba-hamba-Nya yang bertakwa. Aamiin.
📜 Ayat 14-18 — An-Nur
Terjemah — An-Nur 16
Surat An-Nur Ayat 16 - Baca, Dengarkan, Terjemah, Bahasa Indonesia : Dan mengapa kamu tidak berkata, diwaktu mendengar berita bohong itu:…Surat Ayat 16/64 — An-Nur النور (Madaniyah). Baca Dengarkan Terjemah (Bahasa Indonesia). Dengarkan: An-Nur Dengarkan, An-Nur Terjemah, An-Nur mp3, An-Nur pdf. Ayat 14–18. Arti Bahasa Indonesia: Melayu.
Al-Quran
Tuesday, August 18, 2026
Jangan lupakan kami dalam doa baikmu








